Detik.com News
Detik.com
Kamis, 02/08/2012 12:58 WIB

Posting Foto Penyiksaan Monyet di Facebook, Tentara Vietnam Dipecat

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Posting Foto Penyiksaan Monyet di Facebook, Tentara Vietnam Dipecat Ilustrasi (Alamy)
Hanoi, - Seorang tentara Vietnam dipecat dari korpsnya karena memposting foto-foto di akun jejaring sosial Facebook miliknya. Tentara yang masih berusia 20 tahun ini memposting foto yang menunjukkan sejumlah monyet langka disiksa dan dibunuh.

Seperti dilansir oleh AFP, Kamis (2/8/2012), dalam foto yang yang diunggah ke Facebook itu, terlihat tentara bernama Nguyen Van Quang dari Provinsi Quang Nam ini sedang memaksa seorang monyet untuk merokok. Dalam foto tersebut, Nguyen tampak mengenakan seragam militer kebesarannya.

Dalam foto-foto lainnya, terlihat sejumlah monyet yang sangat kurus tewas dibunuh. Foto-foto ini memicu kemarahan publik setempat, terutama dalam sebuah forum online berbahasa Vietnam. Publik beramai-ramai meminta agar tentara yang ada dalam foto tersebut dijatuhi sanksi. Bahkan meskipun telah dihapus dari akun facebook milik Nguyen, foto-foto tersebut masih bisa ditemukan di internet.

"Tentara yang melakukan tindakan biadab terhadap binatang liar... harus mendapat hukuman serius, agar bisa menjadi contoh bagi yang lain," ujar seorang pejabat militer Vietnam, Mayor Jenderal Nguyen Duc Hai seperti dikutip oleh media setempat VietnamNet.

Selain Nguyen, terlihat ada 2 tentara lainnya dalam foto-foto tersebut. Menurut informasi yang diperoleh VietnamNet, keduanya telah diberi peringatan serius oleh atasannya.

Diketahui bahwa 2 ekor monyet yang ada di dalam foto-foto tersebut merupakan jenis monyet abu-abu yang langka. Hewan-hewan itu dilaporkan dibeli dari seorang pedagang gelap dengan harga US$ 57 atau sekitar Rp 539 ribu. Bulan Juli lalu, organisasi pecinta binatang WWF menyebut Vietnam sebagai salah satu negara terburuk yang gagal mencegah perdagangan hewan-hewan langka.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%