detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 02/08/2012 10:16 WIB

20 Lumba-lumba Mengelilingi Bangkai Paus di Pulau Kotok

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Proses penenggelaman bangkai bayi paus sperma di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, terus berlangsung. Sekitar 20 lumba-lumba turut menemani prosesi itu.

"Kejadiannya kemarin sore, saat kita bekerja tiba-tiba saja ada kawanan lumba-lumba yang muncul," kata kata Ardiyansyah, founder Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang berada di lokasi, kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).

Pria yang akrab disapa Ade ini mengatakan, jumlah lumba-lumba yang muncul sekitar 20 ekor. Lumba-lumba ini muncul ketika tim dari JAAN memasang pipa besi di tubuh paus itu. Pipa besi ini dipasang di tubuh paus untuk mengeluarkan gas yang terkumpul di bangkai paus sehingga bisa terbuang dan hewan ini bisa tenggelam.

"Kawanan lumba-lumba ini kemudian berputar-putar di sekeliling paus ini. Selain lumba-lumba hewan laut lain seperti penyu juga ikut muncul," katanya.

Sebelumnya kawanan lumba-lumba juga terlihat saat penarikan bangkai paus dari Muara Gembong ke Pulau Kotok, Senin (30/7) lalu. Lumba-lumba ini berenang di samping kiri dan kanan mamalia raksasa ini.

Hingga kini proses penenggelaman paus ini masih berlangsung. Pemberat 5 ton yang dipasang Rabu kemarin belum bisa menenggelamkan hewan ini. Rencananya akan ditambah pemberat 1 ton untuk mengkaramkannya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%