Kamis, 02/08/2012 05:18 WIB

Pilpres 2014 Diprediksi Didominasi 7 Kandidat Capres

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Pilpres 2014 diprediksi masih didominasi kandidat capres itu-itu saja. Siapa saja mereka dan seperti apa peluangnya?

"Saya melihat di Pemilu 2014, memang nama-nama yang beredar masih akan didominasi nama-nama yang ada sekarang. Misalnya Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie (Ical), Ani Yudhoyono, Prabowo Subianto, Hatta Rajasa. Ada juga kemungkinan masuknya tokoh-tokoh yang cukup punya elektabilitas seperti Jusuf Kalla (JK), Mahfud MD, Dahlan Iskan. Tetapi kelompok yang saya maksud terakhir itu kan harus melewati tahapan adanya kekuatan 'real' politik yang akan menjadi gerbong pemenangannya,"kata pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).

Menurutnya, Jusuf Kalla diusung parpol-parpol tengah yang hingga sekarang belum juga punya figur capres yang solid. Popularitas JK memang masih cukup tinggi di sejumlah survei terakhir.

"Dahlan Iskan dan Mahfud MD juga berpotensi diusung parpol tengah atau bahkan masih sangat mungkin diberi endorcement oleh partai besar misalnya di posisi cawapres untuk menjadi 'vote getter' capres yang diusung parpol-parpol besar itu,"katanya.

Kalau membaca parpol yang ada saat ini, menurut Gun Gun, memang belum terlalu memberi harapan adanya figur yang benar-benar mendapat dukungan meluas di khalayak pemilih. Misalnya nama Megawati yang belakangan kerap naik daun di survei-survei, sangat mungkin di hari H-nya tidak terlalu diminati.

"Karena menurut saya Mega itu sudah di fase titik jenuh di pemilih. Ada baiknya justru Mega memainkan peran sebagai king maker daripada masih sebagai aktor petarung,"ungkapnya.

"Ical terbebani sejumlah kasus korporasinya, membuat posisinya juga tidak akan banyak diminati. Prabowo memang punya potensi untuk terus naik elektabilitasnya, hanya saja masih ada keraguan efektivitas mesin partai yang mengusungnya. Kecuali dia bisa mensinergikan beberapa kekuatan nyata untuk bersama-sama mengusungnya, minimal dia masih bisa meneruskan koalisi dengan PDIP, tentu selama Mega tidak jadi Capres PDIP," lanjutnya.

Sementara itu pencapresan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dipandang cukup berat karena prototipe dirinya yang teknokrat-birokratis. "Power dia masih terbatas di ruang lingkup 'leading sector' dia saat ini dan secara politis baru bisa memersuasi internal PAN dan sebagian warga Muhammadiyah. Saya belum melihat kapasitas dirinya memberi impresi lebih," tandasnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/riz)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%