Rabu, 01/08/2012 23:32 WIB

Jokowi Tak Bisa Menjamin Akan Pimpin Jakarta 5 Tahun Penuh

Muchus Budi R. - detikNews
Jokowi di Angkringan Solo/ Muchus
Solo, - Calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak bisa memberikan jaminan akan menyelesaikan masa bakti lima tahun jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, tak ada yang pasti dalam jalan hidup setiap orang.

"Kalau harus memberikan jaminan itu ya jaminan seperti apa. Apakah sebetulnya kita bisa memastikan sesuatu dalam jalan hidup kita ini. Bagi kita ini dimanapun tempatnya yang penting bisa memberikan bakti kita melayani masyarakat. Jadi saya tidak paham dengan logika pertanyaan itu," ujar Jokowi menjawab wartawan saat acara nongkrong di warung angkringan di Solo, Rabu (1/8/2012) malam.

Dia lalu menjelaskan dulu dirinya tidak membayangkan akan mencalonkan diri sebagai cagub di DKI Jakarta. Bahkan Wali Kota Solo ini menilai lebih banyak orang yang memperkirakan dirinya akan mencalonkan diri sebagai cagub Jateng. Sehingga sempat terjadi ketengangan antara dirinya dengan Gubernur Jateng saat ini.

Saat ini, lanjutnya, belum juga proses Pilkada DKI selesai, sudah ada orang yang mengisukan dirinya berminat maju dalam bursa capres/cawapres tahun 2014 mendatang. Atas isu tersbut, Jokowi menanggapi enteng sembari mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah membayangkan sedikitpun.

"Untuk nyalon di Pilkada DKI inipun dulu saya tidak pernah membayangkan. Kalau pertanyaannya tentang capres seperti itu, itu pernyataan terlalu tinggi buat saya. Membayangkan saja saya tidak pernah tentang itu," ujarnya.

Meski menyadari isu tentang dirinya dikabarkan akan meninggalkan masa bakti jika terpilih sebagai gubernur bisa jadi adalah isu yang dihembuskan oleh lawan politik untuk menjatuhkannya, namun demikian dia tetap akan membiarkannya.

"Ya biarkan saja, mau gimana lagi. Kalau harus memberi jaminan, ya jaminan yang seperti apa karena menurut saya pertanyaanya itu tidak nyambung dengan logika saya," kata Jokowi.

Jokowi memang disebut-sebut sebagai kandidat capres dan cawapres potensial untuk Pilpres 2014. Politisi partai besar sekelas PD pun berulangkali menyebut Jokowi sebagai capres potensial, meski untuk nyapres Jokowi harus mengantongi restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Akankah Jokowi bertahan di jabatan Gubernur DKI Jakarta jika pintu pencapresan kelak terbuka?

(mbr/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel