Rabu, 01/08/2012 17:06 WIB

Ahmadi Noor Supit Siap Jadi Ketua Banggar

jurnalparlemen.com - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Ahmadi Noor Supit mengaku siap menjalankan tugas sebagai ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menggantikan Melchias Marcus Mekeng.

Kata Ahmadi, dia tidak terlalu asing dengan tugas-tugas di Banggar. Karena sebelumnya pada 1992 pernah menjadi anggota Panitia Anggaran, yang kemudian sempat menjadi Komisi APBN dan kini menjadi Banggar.

"Saya siaplah melaksanakan tugas ini karena ini perintah dari DPP. Mungkin resminya pelaksanaan tugas ini setelah diumumkan secara resmi pada 16 Agustus mendatang, bertepatan dengan pembukaan masa reses dan pidato pimpinan Dewan," tegasnya di lantai 12 Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/8).

Ia pun berjanji kinerja Banggar akan diarahkan untuk pembahasan alokasi anggaran yang benar-benar menyentuh kepentingan langsung masyarakat, seperti memperbesar anggaran pada APBN untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

Terkait surat penugasan dari DPP Partai Golkar, Ahmadi mengaku telah menerima surat tembusan penugasan sebagai ketua Banggar yang ditandatangi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham. Surat itu tertanggal 30 Juli 2012. Meski demikian, dia mengatakan dari fraksi belum ada pemberitahun resmi untuk penugasan sebagai Pimpinan Banggar ini. Hal ini, karena posisi Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Setya Novanto yang masih ada di luar kota. "Mungkin baru besok-besok, setelah Pak Setya Novanto kembali dari luar daerah," ujar anggota Komisi XI ini.

Dengan ditunjuknya Ahmad Noor Supit sebagai ketua Banggar, berarti dia menjadi orang ketiga yang memimpin Banggar DPR periode ini. Awalnya, Banggar diketuai Harry Azhar Azis, lalu diganti Melchias Marcus Mekeng pada Juli 2010. Dan, mulai Masa Persidangan I Tahun Sidang 2012-2013, Melchias Marcus Mekeng harus merelakan kursi ketua Banggar diduduki Ahmadi Noor Supit.
(nwk/nwk)



Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel