detikcom
Rabu, 01/08/2012 10:40 WIB

Wii Ngeri! 4 Korban Bullying Ini Balas Dendam

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 5 dari 5 Berita Lainnya »
(dok Reuters)
4. Tomohiro Kato

Tomohiro Kato melakukan pembunuhan massal dengan menabrakkan truk yang disewanya ke kerumuman pehalan kaki. Setelah itu dia secara membabi-buta menikam orang-orang dengan pisau bermata dua yang dibawanya.

Akibatnya, tiga orang tewas ditabrak truk dan empat orang lainnya tewas akibat luka-luka tusukan. Selain menewaskan 7 orang, 10 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa mengerikan itu.

Kato ditangkap di tempat kejadian tak lama setelah insiden berdarah itu. Dalam salah satu persidangan, Kato mengaku dirinya mengamuk karena dia telah menjadi target bullying online.

Pengadilan Jepang menjatuhkan vonis mati terhadap Tomohiro Kato yang telah membunuh 7 orang dalam aksi penikaman brutal di Tokyo hampir tiga tahun silam. Vonis itu dijatuhkan dalam persidangan hari ini di Pengadilan Distrik Tokyo.

"Terdakwa menggunakan pisau untuk menyerang mereka yang cuma kebetulan berada di sana dan mengambil nyawa banyak orang yang benar-benar tak bersalah," ujar hakim kepala Hiroaki Murayama seperti diberitakan NHK dan dilansir AFP, Kamis (24/3/2011).

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%