detikcom
Rabu, 01/08/2012 10:09 WIB

Menunggu Keberanian Polri Mengungkap Tersangka Korupsi Simulator SIM

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Berkali-kali Polri menyatakan telah lebih dulu menangani kasus pengadaan alat simulasi SIM tahun 2011. 33 Saksi sudah diperiksa terkait kasus yang membelit mantan Kepala Korps Lantas, Irjen Djoko Susilo.

Namun, dari penanganan tersebut Polri menyatakan pihaknya belum meningkatan tahap penyelidikan ke penyidikan, yang artinya belum ada penetapan tersangka.

Namun, ada hal menarik usai pertemuan tertutup antara Ketua KPK Abraham Samad dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (31/7/2012). Abraham justru menyebut bila Polri telah menetapkan tersangka dalam penanganan kasus tersebut, yaitu penetapan tersangka terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

"Yang pasti kita sudah ada kesepahaman juga bahwa perkara yang melibatkan DS itu tetap ditangani KPK dan pihak kepolisian menangani PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)," kata Samad kepada wartawan usai pertemuan.

Dari data yang didapat PPK saat itu adalah Brigjen Pol Didik Purnomo yang tak lain adaah wakil dari Djoko Susilo saat menjabat Kepala Korps Lantas. Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, saat dimintai penjelasan bila yang dimaksud Abraham tersangka yang ditetapkan Polri adalah Didik, enggan berbicara banyak.

"Sabar saja, masih pengembangan," kata Boy di tempat dan waktu yang sama.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo pun enggan menjawab tegas siapa tersangka yang ditetapkan oleh Polri dalam kasus tersebut. "Nanti tanya ke Pak Tarman (Kabareskrim), ya. Itu kan wilayah penyidikan," kata Timur usai mengikuti Salat Taraweh di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri, Selasa (31/7).

Yang ditunggu saat ini adalah keberanian polisi mengungkap keterlibatan PPK yang dimaksud oleh Ketua KPK. Terlebih lagi implementasi janji orang nomor satu di kepolisian mengenai pemberantasan korupsi, khususnya yang ada di lembaga yang dipimpinnya, Polri.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%