Rabu, 01/08/2012 08:56 WIB

Ke Mana Uang Rp 6 Triliun Itu?

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Syaifuddin (46) menenteng sebuah bingkisan ketika keluar dari kantor Koperasi Langit Biru (KLB) Reformasi di Kampung Tegal Indah, Sukamulya, Balaraja, Banten, Rabu 25 Juli 2012. Bingkisan tersebut berisi sirop dan sekaleng sarden dengan label “JK”.

Bingkisan itu didapatkan Syaifuddin dari hasil registrasi ulangnya di KLB Reformasi. Untuk registrasi itu, ia harus menyerahkan kuitansi keanggotaan KLB lama, KTP dan KK. Ia juga diharuskan membayar biaya registrasi sebesar Rp 20 ribu.

Dengan mendaftar ulang, warga Tangerang itu berharap uang investasinya sebesar Rp 800 juta bisa kembali. Uang itu ikut amblas berbarengan dengan ambruknya KLB era ustad Jaya Komara, awal April 2012 lalu.

Saat itu, banyak investor seperti Syaifuddin yang stres dan mengamuk karena pembayaran bonus yang dijanjikan KLB macet. Puncaknya, mereka menjarah kantor KLB di Perum Bukit Cikasungka, blok ADF 13, nomor 2, 3, 4, dan 5, Desa Cikasungka, Kelurahan Solear, Tangerang, Banten.

***

Tulisan lengkap Akhir Penilap Rp 6 Triliun bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 35, 30 Juli 2012). Edisi ini mengupas tuntas kasus Ustad Jaya Komara dengan tema ‘Akhir Penilap Rp 6 Triliun’ juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional membahas gertak sambal SBY ‘Menggertak Bayang-bayang’ Internasional ‘Teror dari Sang Joker’, rubrik gaya hidup ‘Suntik Vitamin C Saat Puasa, Perlukah?’ berita komik ‘Mercy Maut di Bundaran HI’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Batman: The Dark Knight Rises’, WKWKWK ‘Taufiq Menyindir, Jusuf Kalla Menantang’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(iy/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%