detikcom
Selasa, 31/07/2012 16:02 WIB

Inilah yang Diujikan di Tes Simulator SIM

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Berkendara di simulator -- yang pengadaan alatnya tengah disidik KPK -- menjadi mata uji untuk mendapatkan SIM. Ada 6 poin yang akan diujikan dan ada 4 hal yang dinilai. Apa saja itu?

"Tes simulator ini adalah tahapan dalam pengujian SIM yang harus dilewati pemohon SIM baru setelah melalui tes teori yang didahului dengan tes kesehatan. Setelah tes teori dan simulasi, kemudian dilakukan uji praktik," jelas bagian simulator di Satpas SIM Daan Mogot, Iptu Sugiran, kepada detikcom, Selasa (31/7/2012).

Simulator adalah alat peraga yang mirip dengan perangkat game di game center. Simulator ini sangat mirip dengan motor dan mobil aslinya dan di depannya dilengkapi dengan layar. Namun mesin motor diganti kabel yang tersambung pada perangkat komputer.

Simulator motor dan mobil ini akan memberikan nilai setelah si pemohon SIM melakukan tes simulator.

Sugiran mengatakan, untuk tes simulator motor, ada 6 poin yang diuji yakni sebagai berikut:

1. Slalom. Tes slalom ini adalah tes mengemudikan motor secara zigzag. Pemohon SIM harus mendapatkan nilai minimal 70 agar dapat lolos dalam tes.

2. Tikana. Tes ini adalah mengemudikan motor dengan membentuk formasi angka 8. Peserta uji SIm harus mendapatkan nilai minimal 70.Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(mei/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%
MustRead close