detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 31/07/2012 16:02 WIB

Inilah yang Diujikan di Tes Simulator SIM

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Berkendara di simulator -- yang pengadaan alatnya tengah disidik KPK -- menjadi mata uji untuk mendapatkan SIM. Ada 6 poin yang akan diujikan dan ada 4 hal yang dinilai. Apa saja itu?

"Tes simulator ini adalah tahapan dalam pengujian SIM yang harus dilewati pemohon SIM baru setelah melalui tes teori yang didahului dengan tes kesehatan. Setelah tes teori dan simulasi, kemudian dilakukan uji praktik," jelas bagian simulator di Satpas SIM Daan Mogot, Iptu Sugiran, kepada detikcom, Selasa (31/7/2012).

Simulator adalah alat peraga yang mirip dengan perangkat game di game center. Simulator ini sangat mirip dengan motor dan mobil aslinya dan di depannya dilengkapi dengan layar. Namun mesin motor diganti kabel yang tersambung pada perangkat komputer.

Simulator motor dan mobil ini akan memberikan nilai setelah si pemohon SIM melakukan tes simulator.

Sugiran mengatakan, untuk tes simulator motor, ada 6 poin yang diuji yakni sebagai berikut:

1. Slalom. Tes slalom ini adalah tes mengemudikan motor secara zigzag. Pemohon SIM harus mendapatkan nilai minimal 70 agar dapat lolos dalam tes.

2. Tikana. Tes ini adalah mengemudikan motor dengan membentuk formasi angka 8. Peserta uji SIm harus mendapatkan nilai minimal 70.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mei/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close