detikcom
Selasa, 31/07/2012 10:57 WIB

5 Kasus Bullying SMA di Jakarta

Nograhany Widhi K - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 5 dari 6 Next »
(Ilustrasi: wherepeacelives.org)
4. Kasus Bullying SMA 70 Jakarta

April 2010 lalu, Novia Yuma Shanti alias Vhia ditemani ibunya, Rima, melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan resmi bernomor TBL/1093/IV/2010/PMJ/Dit Reskrimum, Vhia mengatakan telah dianiaya oleh D, E, A. Ketiga terlapor dituntut dengan Pasal 80 Undang-Undang� No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Vhia dihardik, dipukul dan dicengkeram oleh tiga seniornya hingga lebam-lebam hanya gara-gara tidak memakai kaos dalam (kaos singlet). Aturan memakai singlet itu diterapkan oleh seniornya, bukan oleh sekolah. Vhia telah berusaha memberikan penjelasan soal tidak pakai singlet itu. Namun ketiga seniornya tetap tidak mau mendengar dan terus memarahi Vhia.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 tentang pengeroyokan dan Pasal 351 tetang kekerasan yang menyebabkan seseorang luka. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 tentang pengeroyokan dan Pasal 351 tetang kekerasan yang menyebabkan seseorang luka.

3 Senior Vhia ditetapkan sebagai tersangka.  Ketiganya saat itu sudah lulus dari SMA 70 Bulungan.

Namun ketika berkas pengaduan Vhia sudah siap dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta, Vhia dan orang tuanya mencabut laporannya. Pihak pelapor dan para terlapor telah menempuh kesepakatan damai.




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%