Selasa, 31/07/2012 02:49 WIB
Warga Samarinda Blokir Jalan, Ratusan Truk dan Tronton Tertahan
Aksi blokade Jalan Jakarta yang dilakukan kali ini telah memasuki malam ketiga. Warga dibuat kesal lantaran truk dan tronton yang melintas di dalam jalan perumahan itu melaju tanpa memperhatikan keselamatan warga sekitar area perumahan. Tidak sedikit warga yang melempari truk yang ngotot melaju di tengah-tengah aksi blokade.
"Selain badan jalan rusak karena melebihi tonase, ibu dan anak-anak di sekitar perumahan ini seringkali kecelakaan," ketus Zulkifli, salah satu warga yang ikut aksi blokade, kepada wartawan di lokasi, Selasa (30/7/2012) dini hari.
Menurut Zulkifli, sebelum melakukan blokade, warga setempat sudah mengadukan permasalahan ini ke wali kota. Namun, Wali Kota Samarinda Syaharie Ja'ang disebutnya tidak mengindahkan aspirasi dan kesepakatan yang dibuatnya bersama warga pada 27 Juni 2012 lalu. Saat itu warga dan wali kota sepakat untuk memasang banyak rambu lalu lintas di ruas jalan utama areal perumahan itu.
"Pada kesepakatan 27 Juni itu, kita warga sepakat jalan perumahan dilewati truk dan tronton sementara waktu selagi Jalan KH Mansyur yg menjadi jalan utama truk dan tronton dalam perbaikan Pada tanggal itu juga, Wali Kota bersedia memasang banyak rambu lalu lintas di dalam perumahan. Tapi nyatanya, hingga saat ini, setelah kita aksi baru 2 rambu lalu lintas dipasang dan ada petugas Dishub. Sebelumnya, tidak ada," kata salah seorang tokoh masyarakat Perum Korpri Loa Bakung, Sofyan Sitorus, kepada detikcom.
Pantauan detikcom, truk dan tronton yang memuat sembako, alat berat seperti excavator hingga peti kemas itu terpaksa tertahan lantaran aksi blokade itu. Mereka tidak bisa mengambil jalan alternatif karena jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan menuju kota.
Ruas Jalan Jakarta memang saat ini dalam kondisi rusak parah dengan lubang menganga di sepanjang jalan. Kondisi itu justru diperparah dengan melintasnya truk dan tronton. Sepanjang aksi, terlihat petugas Dishub Samarinda dan petugas Satlantas Polresta Samarinda.
"Kalau siang, terlebih kemarau begini, penuh debu dan pasir. Padahal ini jalan areal perumahan, bukan jalan kawasan industri," tegas Sitorus.
Warga sedikit kompromi dengan membuka salah satu lajur. Namun demikian, warga menyebarkan selebaran kepada para sopir truk dan tronton yang isinya ultimatum kepada para sopir untuk mematuhinya.
Hingga Selasa (31/7/2012) sekitar pukul 01.00 WITA dinihari, ratusan warga tidak berhenti untuk mengingatkan para sopir untuk berhati-hati melintas di jalan areal perumahan mereka.
"Jangan salahkan warga, kalau sopir terus melaju kalau melintas di sini, batu akan beterbangan ke truk," tutup Sitorus. (Saud Rosadi/Robert)
(trq/trq)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kapal Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Selat Malaka
680 share this. -
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
593 share this. -
Hidayat Nur Wahid Tak Tahu Luthfi Pernah Cerita Soal Indoguna
422 share this. -
Satpol PP Jaktim Bantah Ada Anggotanya Pukuli PKL
420 share this. -
Blokir Jalan Klender, Ban Belasan Mobil dan Angkot Dikempesi
409 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 18/05/2013 13:43 WIB
Pimpinan Fraksi DPR Harus Jadi Contoh agar Anggotanya Tak Sering Bolos
-
Sabtu, 18/05/2013 13:26 WIB
Gita Wirjawan: Saya Mengagumi Sosok Jokowi
-
Sabtu, 18/05/2013 13:11 WIB
Turbulensi Emirates, Penumpang: Pesawat Seperti Disedot
-
Sabtu, 18/05/2013 13:10 WIB
5 Pengedar Narkoba Diciduk Polresta Medan
-
Sabtu, 18/05/2013 13:08 WIB
5 Pembunuh Kejam Ini Menanti Eksekusi Mati
-
Sabtu, 18/05/2013 12:05 WIB
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
-
Sabtu, 18/05/2013 12:21 WIB
Ada Foto Jenderal di Markas Pembela Aiptu Labora, Ini Tanggapan Polri
-
Sabtu, 18/05/2013 12:59 WIB
Turbulensi Emirates, Penumpang: Pesawat Seperti Disedot
-
Sabtu, 18/05/2013 12:54 WIB
5 Pembunuh Kejam Ini Menanti Eksekusi Mati
-
Sabtu, 18/05/2013 11:48 WIB
Malas Kerja, Tukang Pos di Italia Menimbun 400 Kg Surat di Rumahnya
-
Sabtu, 18/05/2013 11:19 WIB
Jalan Berliku Mengeksekusi Mati Pembunuh Sadis Jurit dan Ibrahim
-
Sabtu, 18/05/2013 13:20 WIB
Gita Wirjawan: Saya Mengagumi Sosok Jokowi
-
Sabtu, 18/05/2013 12:47 WIB
Jakarta Semakin Padat
-
404 Komentar
-
262 Komentar
-
235 Komentar
-
220 Komentar
-
219 Komentar
-
213 Komentar
-
202 Komentar
-
200 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,835.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 07:28 WIB
PKS: Semua Jelas, Fathanah Makelar!
-
Sabtu, 18/05/2013 06:54 WIB
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)





_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
