Senin, 30/07/2012 21:00 WIB
Paus akan Diselimuti Jaring & Ditenggelamkan di Perairan Pulau Kotok
Paus terdampar di Muara Gembong/JAAN
"Kami tiba di Pulau Kotok pukul 19.00 WIB. Sekarang pausnya ada di tengah laut, besok akan ditenggelamkan karena sudah busuk," ujar Director National Association of Underwater Instructure Global Dive Center, John Edward Sijabat, kepada detikcom, Senin (30/7/2012) malam.
Global Dive Center bersama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) turut menyertai penarikan bangkai paus tersebut bersama dengan tim dari Kopassus dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Bangkai paus ditarik dari Muara Gembong ke perairan dekat Pulau Kotok menggunakan kapal milik KPLP.
Menurut John, sesuai dengan aturan perundangan, bangkai paus jenis ini tidak bisa dipotong-potong. Jika akan dilakukan penelitian untuk mengetahui penyebab terdampar, seharusnya bisa dilakukan sejak paus itu terdampar di Karawang beberapa waktu lalu, sebelum terdampar dan akhirnya mati di Muara Gembong.
"Kalau ada yang bertanya kenapa cepat sekali dibawa dari Bekasi, ini karena tingkat pembusukannya tinggi. Sekarang paus sudah mengapung hampir separuh badannya, menandakan ada oksidasi yang cepat," terang John.
Selasa (31/7) besok, agar tulang belulang tidak berserakan maka sebelum ditenggelamkan bangkai paus akan diselimuti jaring. Agar terbenam, badan paus akan dibebani pemberat seberat satu ton.
"Perut paus juga akan ditusuk untuk mengeluarkan gasnya. Akan ditenggelamkan di kedalaman 20-30 meter. Jadi nanti kalau ada peneliti yang mau leihat kerangkanya bisa melihat di kedalaman tersebut. Kemungkinan 3-4 bulan daging paus habis dimakan 3.000 spesies lainnya," tutur dia.
Jika ada peneliti yang ingin melakukan penelitian untuk kepentingan ilmu pengetahuan, maka diharapkan besok pagi sudah tiba di Pulau Kotok. Setelah itu, paus akan ditenggelamkan.
"Ini sudah sesuai arahan BKSDA dan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Karena dia kan dari laut sudah seharusnya dikembalikan ke laut agar menjadi makanan spesies laut lainnya," sambung John.
Untuk keperluan penenggelaman bangkai paus, akan dikerahkan 12-16 penyelam dari Tim Pasukan Katak Kopassus, Global Dive, Liquid Dive, dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN).
"Kemungkinan ada tambahan personel dari Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami harap malam ini tambahan personel sudah tiba di sini. Sebenarnya mau ditenggelamkan malam ini karena takut pausnya akan meledak karena gas di dalam tubuhnya, tapi penyelamnya tidak cukup," papar John.
Semula, paus tersebut berada di pantai di Muara Bendera, Muara Gembong. Lokasi ini berjarak sekitar 25 km dari lokasi terdamparnya paus di Karawang. Paus ini berada sekitar 5 km dari Kampung Peting yang merupakan desa terdekat di Muara Gembong.
Bayi paus itu sebelumnya terdampar di Karawang, Jawa Barat. Setelah terdampar sekitar 4 hari, pada Sabtu (28/7) berhasil ditarik ke laut lepas oleh beberapa kapal. Namun di tengah jalan, paus yang lemah dan dalam keadaan terluka ini diduga kehilangan arah sehingga terdampar lagi 25 km dari tempatnya terdampar pertama kali.
Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.
(vit/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,983 share this. -
Anggota Komisi X Ragu Kelulusan UN Hasil Kejujuran Siswa
944 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
689 share this. -
Demi Hidup Mewah, Pegawai Bank Rela Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu
487 share this. -
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
448 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 24/05/2013 14:55 WIB
Fahri Hamzah Minta Darin Mumtazah Tak Penuhi Panggilan KPK
-
Jumat, 24/05/2013 14:49 WIB
Anulir Putusan Bebas, MA Vonis Eks Bupati Lumajang 5 Tahun Penjara
-
Jumat, 24/05/2013 14:44 WIB
DPP dan DPW PKS Kumpul di Bidakara, Tak Bahas Rencana Keluar Koalisi
-
Jumat, 24/05/2013 14:43 WIB
Kericuhan di LP Salemba, 2 Orang Luka Tusuk
-
Jumat, 24/05/2013 14:39 WIB
6 Bulan Sebelum Tender, Sukotjo Tahu akan Garap Simulator SIM
-
Jumat, 24/05/2013 13:06 WIB
Jokowi Tak Gentar Dengan Ancaman Interpelasi DPRD DKI
-
Jumat, 24/05/2013 13:39 WIB
Hakim Selingkuhi 4 Wanita, Ketua MA: Itu Kesalahan Fatal
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
4 Cerita Luthfi dan 'Hobi' Pijat di Rumah Darin
-
Jumat, 24/05/2013 13:37 WIB
Melihat dari Dekat Rumah Mewah Luthfi Hasan di Kebagusan
-
Jumat, 24/05/2013 13:55 WIB
Pengembang: Rumah di Kebagusan Bukan Atas Nama Darin Mumtazah
-
Jumat, 24/05/2013 14:15 WIB
Kasus Video Porno, Indra Rekan Wabup Bogor Ditahan di Kebon Waru
-
Jumat, 24/05/2013 14:21 WIB
Di Mata Temannya, Darin Dikenal Sosok yang Suka Bercanda
-
Jumat, 24/05/2013 13:33 WIB
Buaya Muara Sepanjang 2 Meter Dievakuasi dari Lebak Bulus
-
580 Komentar
-
364 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
-
205 Komentar
-
167 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 11:36 WIB
Anggota Komisi X Ragu Kelulusan UN Hasil Kejujuran Siswa
-
Jumat, 24/05/2013 11:25 WIB
Dipenggal di Jalan, Tentara Inggris Itu Pernah Ditugaskan ke Afghanistan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
