BBC Indonesia
Senin, 30/07/2012 19:57 WIB

Iran hukum mati empat orang dalam skandal bank

BBCIndonesia.com - detikNews
Mahmoud Ahmadinejad

Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyanggah pemerintahnya terlibat.

Televisi Iran melaporkan empat orang dihukum mati karena terlibat dalam skandal terbesar bank di negara itu.

Dua terdakwa lainnya dihukum seumur hidup sementara 33 lain akan mendekam selama 25 tahun di penjara karena dinyatakan melakukan korupsi, menurut jaksa penuntut Ghlam Hossein Mohseni Ejeie.

"Berdasarkan putusan, empat orang dihukum mati," kata Ejeie seperti dikutip TV Iran.

Identitas para terpidana tidak diumumkan namun mereka memiliki waktu 20 hari dari tanggal putusan untuk mengajukan banding.

Skandal itu menyangkut pemalsuan dokumen yang dilaporkan digunakan perusahaan investasi untuk mendapatkan pinjaman senilai US$2,6 miliar dari bank-bank Iran.

Perusahaan swasta itu kemudian membeli beberapa perusahaan negara untuk diprivatisasi.

Ali Khamenei turun tangan

Presiden Mahmoud Ahmadijenad tahun lalu menyanggah tuduhan bahwa pemerintahnya terlibat dalam skandal itu.

Penggelapan itu terjadi tahun 2007 namun baru terungkap tahun lalu.

Skandal tersebut menyebabkan perdebatan sengit antara pemerintah Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan faksi ultra-konservatif yang mendominasi parlemen dan badan yudikatif.

Menteri Ekonomi dan Keuangan Shamseddin Hosseini bulan November lalu lolos dari upaya parlemen untuk menyingkirkannya.

Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ketua parlemen Ali Larijani sempat turun tangan untuk meredakan sengketa itu.

(bbc/bbc)



  • Kamis, 20/06/2013 17:40 WIB
    Mensos Salim Segaf: Saya Siap Dicopot
    Gb PKS menunggu surat 'cerai' dari Presiden SBY. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menghormati apapun keputusan Presiden SBY.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%