detikcom

Senin, 30/07/2012 14:11 WIB

5 Celetukan Sutan Bhatoegana yang Fenomenal

Indra Subagja - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »
Jakarta - Siapa tak kenal Sutan Bhatoegana. Politisi Partai Demokrat (PD) yang kerap wara wiri di televisi ini, begitu identik dengan istilah-istilah yang fenomenal. Sebut saja dengan kalimat 'Ngeri-ngeri sedap'. Ya, kata-kata itu melekat pada Bhatoegana. Cerita punya cerita, ternyata politisi asal Medan itu spontan mendapatkan kalimat-kalimat itu.

"Itu datang dengan sendirinya, ketika saya ngomong dengan kawan-kawan. Jadi saya kan suka bicara dengan teman-teman saya dan tiba-tiba saja ada istilah-istilah yang keluar dari mulut saya," jelas Sutan Bhatoegana saat dikonfirmasi, Senin (30/7/2012).

Tercatat sejumlah celetukan Bhatoegana yang sempat populer. Celetukan itu pun tidak sepi dari kritik, olok-olok ataupun pujian. Tapi Bhatoegana bergeming, dia menanggapi santai saja.

"Itu semua konteksnya (celetukan) tergantung apa yang saya bicarakan," imbuh Bhatoegana.

Berikut 5 celetukan Bhatoegana yang populer di publik:

Next page :
1. Ngeri-ngeri Sedap


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%