Senin, 30/07/2012 12:27 WIB
Kolom
Ariel dan Bangsa Kehilangan Figur
Mereka antusias menyambut Ariel selain karena menggemari lagu-lagunya yang enak didengar, juga bisa dikarenakan sosoknya yang dibilang gagah dan ganteng, sehingga yang tertarik tidak hanya anak-anak baru gede di kampung namun juga para artis-artis. Sehingga banyak artis perempuan ya ya saja ketika diajak begituan.
Untuk menyambut Ariel Peterpan, di sebuah media diceritakan, seorang fans dari Brebes, yang bernama Rosyikun, sampai menggadaikan BPKB motornya demi mendapatkan ongkos ke Bandung. Sama seperti Rasyikun, seorang fans dari Bekasi, yang bernama Roji, ia rela mengajukan cuti dengan alasan ingin bertemu kakaknya di Bandung. Cuti dengan asalan bertemu kakaknya di kota kembang, sebab menurutnya bila cuti alasan menyambut Ariel Peterpan pasti nggak akan dikasih.
Meriahnya sambutan yang diberikan bisa jadi tidak melanggar hukum, namun banyak yang menyayangkan hal demikian sampai-sampai sambutannya ke Ariel Peterpan sangat antusias. Pihak-pihak yang menyayangkan bukan karena iri dan dengki kepada suksesnya Ariel Peterpan yang memiliki suara yang merdu dan bentuk tubuh yang gagah, namun karena bisa menjadikan preseden yang buruk ke depan. Akan menimbulkan kesan bahwa pelaku tindak pornografi dan pornoaksi akan mendapat tempat di hati masyarakat meski sudah dipenjara.
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, di sebuah media mengatakan seharusnya pembebasan Ariel tak perlu dipublikasikan berlebihan. Ia bukan ikon yang pantas ditiru. Ariel bukan seorang pahlawan dan tidak layak diperlakukan sedemikian rupa. Saya lihat rata-rata fans Ariel remaja yang rela menjemputnya di Rutan Kebon Waru. Lebih lanjut Arist mengatakan dirinya khawatir bahwa antusiasme para remaja atas bebasnya sang idola mereka bisa mengubah perilaku para remaja. Disebutkan, Ariel itu pria penyimpang seks. Bisa saja gara-gara itu mereka menafsirkan perbuatan Ariel itu sah-sah saja dan ditiru. Itulah dampak negatifnya.
Para anak baru gede penggemar Ariel yang datang dari berbagai daerah dan rela berdesak-desakan untuk menyambutnya, bisa jadi ia belum paham betul bahwa apa yang dilakukan itu akan mendorong bagi artis-artis yang memiliki kejiwaan yang sama dengan Ariel akan melakukan tindakan yang sama. Mereka berpikiran meski sudah melakukan kesalahan secara moral dan hukum, namun masih diterima oleh masyarakat (baca fans).
Apa yang dilakukan oleh penyambut Ariel itu akan mendorong semakin massifnya kebiasaan yang tidak bermoral di masyarakat. Sebab dengan melihat sambutan atas bebasnya Ariel muncul anggapan bahwa tidak bermasalah bila melakukan tindakan yang tak senonoh.
Penyambut Ariel yang bagian dari masyarakat bisa jadi karena masyarakat sendiri mengalami problem dalam soal etika dan moral sehingga hal ini menambah semakin keruhnya suasana di masyarakat. Problem dari soal etika dan moral di masyarakat muncul dari akibat kebebasan yang tidak terkendali, budaya politik yang tidak sehat, dan budaya konsumtif di masyarakat.
Kebebasan yang tidak terkendali di satu sisi dan suburnya budaya konsumtif dan masih banyaknya ketimpangan sosial akan membuat masyarakat melakukan tindakan yang melawan hukum, yakni ingin mencari jalan pintas agar cepat kaya. Cara ini bila dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan, ia akan merampok. Bila dilakukan oleh politisi atau penyelengggara negara, ia akan korupsi. Dan bila ia seorang artis, ia mencari sensasional dengan lebih menampilkan indahnya bentuk tubuh daripada bakat seninya.
Hal-hal demikian akhirnya menciptakan figur-figur yang tidak bisa menjadi panutan. Bagaimana kita bisa meneladani politisi-politisi jika sikapnya merugikan negara dan selalu berlindung di balik kebohongannya. Bagaimana kita bisa melihat dan menikmati seni yang indah bila lebih banyak ditampilkan seni yang lebih memamerkan bagian-bagian yang mengundang tindak kejahatan.
Apa yang muncul di tengah masyarakat saat ini, baik politisi yang korup atau artis yang kurang pantas, akan menginternalisasi di kalangan anak baru gede. Tak ada tegasnya hukum membuat politisi dan artis itu semakin berkeliaran di panggung televisi dan koran. Kondisi yang demikian menginternal di dalam otak anak-anak baru gede sehingga berakibat seperti menyambut orang yang sebetulnya tak pantas disambut.
Orang salah itu wajar, namun orang salah yang tidak berbuat salah itu yang paling penting. Saat ini Ariel bisa bebas dan semua pasti berharap agar dia tidak mengulang kesalahannya, namun bisakah kebebasan ini menjamin ia tidak melakukan kesalahan? Nah itu yang kita tunggu. Tetapi dengan sambutan yang luar biasa dari fans-nya itu akan menjadi kesombongan tersendiri bagi Ariel. Mungkin ia bisa saja dalam hatinya berkata, saya ternyata masih memiliki banyak fans meski saya sudah melakukan tindakan yang tidak pantas, jadi sepertinya tindakan saya itu tidak masalah.
Nah di sinilah letak tidak pahamnya para anak baru gede itu dalam menyambut bebasnya Ariel Peterpan. Silahkan saja ia menyambut Ariel namun setelah terbukti ia tidak mengulang perbuatannya. Namun saat ini para anak baru gede itu tidak mempunyai panutan di dalam masyarakat. Ini merupakan akibat dari menjadikan tontonan yang ada menjadi tuntunan. Sayangnya tontonan yang ada tidak menampilkan sosok atau figur yang bisa menjadi tuntunan. Bangsa ini sepertinya memang kehilangan figur yang bisa diteladani.
*) Ardi Winangun adalah pengamat sosial-budaya. Penulis tinggal di Matraman, Jakarta. Nomor kontak: 08159052503
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
723 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
608 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
603 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
555 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
513 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru
Indeks Kolom ยป
-
Rabu, 15/05/2013 10:33 WIB
Politik Bunuh Diri PKS
-
Senin, 13/05/2013 13:28 WIB
Penyitaan Mobil Mewah Elit PKS: Dapatkah Ditolak?
-
Senin, 13/05/2013 09:40 WIB
Catatan Agus Pambagio
e-KTP dan Kegalauan Publik
-
Selasa, 07/05/2013 15:42 WIB
BBM Bersubsidi, Kompensasi dan Dilema Pemerintah
-
Rabu, 01/05/2013 13:07 WIB
Jelang Pemilu 2014: Saatnya Menagih Janji Politik
-
Selasa, 21/05/2013 20:03 WIB
Kasus Pencucian Uang Luthfi, KPK Bisa Panggil Paksa Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 18:54 WIB
Ibunda Darin Sempat Sebut ke Tetangga Menantunya dari Jeddah
-
Selasa, 21/05/2013 19:59 WIB
Pria Tanpa Kepala Ditemukan di Tol Cikampek, Diduga Korban Tabrak Lari
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 20:06 WIB
Nasib Dua Dosen Hukum Unpad yang Diduga Plagiat Ditentukan Senin Depan
-
Selasa, 21/05/2013 18:33 WIB
Kata Anggota Majelis Syuro PKS Soal Pushtun
-
Selasa, 21/05/2013 17:55 WIB
Ibunda Darin Sering Sebut 'Bos', Siapa Dia?
-
358 Komentar
-
236 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 15:48 WIB
Ayo Lunasi Biaya Naik Haji Mulai 22 Mei Sampai 12 Juni
-
Selasa, 21/05/2013 15:35 WIB
Sohibul Iman Bicara Solusi Penyelamatan PKS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
