Detik.com News
Detik.com
Senin, 30/07/2012 11:26 WIB

Tawuran di Cengkareng, 1 Remaja Tewas Dibacok

Dhurandhara - detikNews
Tawuran di Cengkareng, 1 Remaja Tewas Dibacok
Jakarta - Tawuran antar pemuda pecah di Pintu Seng Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (29/7/2012) dini hari. Akibat tawuran tersebut, seorang remaja tewas dibacok.

"Mereka berantem bukan salah sasaran. Korban anak Pedongkelan lawan anak Kober," kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Rudy Reinewald, saat dihubungi detikcom, Senin (30/7/2012).

Rudy menceritakan peristiwa terjadi sekitar pukul 00.00-01.00 WIB. Kedua kelompok pemuda ini kejar-kejaran di TKP. Andika Nanang Pratama (18) yang saat itu berlari paling belakang dibacok.

Andika mengalami luka bacok di bagian kepala, tangan kanan dan kiri patah. Andika sempat dibawa ke RSUD Cengkareng. Namun sesampainya di sana, nyawa Andika sudah tidak tertolong lagi. Jenazah Andika akhirnya divisum.

Hingga kini, polisi sudah memeriksa 6 saksi. Masih diselidiki penyebab tawuran antar pemuda ini pecah di Cengkareng.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/nvt)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%