detikcom
Senin, 30/07/2012 11:02 WIB

Empat Rumah di Yogya Terbakar

Bagus Kurniawan - detikNews
Bagus K/detikcom
Yogyakarta - Sebanyak empat rumah di Kampung Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, terbakar, Senin (30/7/2012). Kebakaran diduga akibat tabung gas elpiji yang bocor.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat sahur. Lokasi kebakaran berada di tengah pemukiman yang padat penduduk.

Empat rumah yang terbakar adalah milik keluarga Suparman (60). Rumah yang saling berdempetan tersebut didiami oleh empat keluarga. Namun hanya tiga rumah yang kondisinya habis ludes terbakar.

"Api langsung menyambar rumah bagian belakang yang sebagian besar bangunan banyak dari kayu," kata Sumiadi, warga Prawirodirjan yang ikut memadamkan kobaran api.

Menurut dia, sebelum mobil pemadam kebakaran Kota Yogya datang, warga melakukan pemadaman menggunakan air seadanya. Harta benda di rumah yang terbakar langsung diselamatkan ke rumah tetangga sekitar.

Saat mobil pemadam datang juga tidak bisa mendekat langsung di lokasi kebakaran karena berada di tengah pemukiman padat penduduk. Jalan masuk hanya berupa gang-gang kecil yang hanya bisa dilalui sepeda motor.

"Ada 4 mobil pemadam yang datang bergantian. Api baru padam sekitar pukul 06.30 WIB," katanya.

Saat ini dilokasi kebakaran masih diberi garis batas polisi oleh Polsek Gondomanan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan mengenai sebab-sebab terjadinya kebakaran.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bgs/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%