detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 30/07/2012 10:31 WIB

Akhir Kisah Si Paus Sperma 'Baby baby'

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Paus (dok.JAAN)
Jakarta - Dua hari lalu, tepatnya pada Sabtu (28/7) sore, sejumlah aktivis pecinta hewan meneteskan airmata bahagia karena berhasil melepas bayi paus sperma yang terdampar di Karawang, Jawa Barat, ke laut lepas. Namun, airmata itu kini berubah menjadi kesedihan karena paus yang diberi nama tim rescue 'baby baby' ditemukan mati di Muara Gembong, Bekasi.

Berikut kronologi paus mulai dari temuan di Karawang hingga akhir kisahnya di Muara Gembong:

Rabu (25/7)

Nelayan di pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, menemukan seekor paus yang terdampar di perairan dangkal. Paus itu diduga terpisah dari kawanannya dan terjerat jaring nelayan. Kondisi paus dalam posisi terbalik dengan mata nyungsep ke pasir.

Kamis (26/7)

Kabar soal keberadaan paus ini semakin meluas. Tim evakuasi pun berdatangan, mulai dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Indonesia, Tagana, SAR, hingga aparat keamanan setempat. Tim berusaha menarik paus ke laut lepas namun tak berhasil karena minim peralatan. Paus juga sudah melemah. Kulitnya yang mengelupas diolesi pelembab. Warga yang menyemut di lokasi mengganggu jalannya evakuasi.

Jumat (27/7) Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mad/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%