detikcom
Senin, 30/07/2012 10:31 WIB

Akhir Kisah Si Paus Sperma 'Baby baby'

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Paus (dok.JAAN)
Jakarta - Dua hari lalu, tepatnya pada Sabtu (28/7) sore, sejumlah aktivis pecinta hewan meneteskan airmata bahagia karena berhasil melepas bayi paus sperma yang terdampar di Karawang, Jawa Barat, ke laut lepas. Namun, airmata itu kini berubah menjadi kesedihan karena paus yang diberi nama tim rescue 'baby baby' ditemukan mati di Muara Gembong, Bekasi.

Berikut kronologi paus mulai dari temuan di Karawang hingga akhir kisahnya di Muara Gembong:

Rabu (25/7)

Nelayan di pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, menemukan seekor paus yang terdampar di perairan dangkal. Paus itu diduga terpisah dari kawanannya dan terjerat jaring nelayan. Kondisi paus dalam posisi terbalik dengan mata nyungsep ke pasir.

Kamis (26/7)

Kabar soal keberadaan paus ini semakin meluas. Tim evakuasi pun berdatangan, mulai dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Indonesia, Tagana, SAR, hingga aparat keamanan setempat. Tim berusaha menarik paus ke laut lepas namun tak berhasil karena minim peralatan. Paus juga sudah melemah. Kulitnya yang mengelupas diolesi pelembab. Warga yang menyemut di lokasi mengganggu jalannya evakuasi.

Jumat (27/7) Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%