Detik.com News
Detik.com
Minggu, 29/07/2012 23:12 WIB

Polisi Amankan Sopir Metromini yang Tabrak Motor di Rawamangun

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Sopir Metromini yang menabrak pengendara motor di perempatan lampu merah Jl Juanda, Rawamangun, Jakarta Timur sore tadi akhirnya ditangkap polisi. Sopir Metromini tersebut sebelumnya telah menabrak motor hingga pengendaranya tewas ditempat.

"Petugas sudah berhasil mengamankan supir Metromini tersebut yang bernama Wiwin Situmorang," ujar Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Supoyo saat dihubungi detikcom, Minggu (29/7/2012).

Dua orang pengendara motor yang diketahui seorang ibu dan anaknya ini adalah Sudarmi (57) warga Kampung Buaran meninggal dunia. Sementara sang pengendara diketahui anaknya bernama Agung Nugroho (24) menderita luka ringan. Korban meninggal dan luka ringan langsung dibawa dibawa ke RS Harapan Jaya.

Keduanya mengendarai Honda Supra Fit New bernopol B 6004 THM. Keduanya ditabrak oleh Bus Metromini 45 jurusan Pulo Gadung-Pondok Gede bernopol B 7061 AZ sekitar Pukul 16.35 WIB.

Supoyo menceritakan berdasarkan keterangan saksi korban sedang berhenti dilampu merah ditabrak dari belakang oleh Bus Metromini.

"Sang anak berhasil selamat, tapi ibunya di bonceng meninggal dunia," tuurnya.

Lebih lanjut Supoyo mengimbau bagi pengguna jalan diharapkan dapat mematuhi rambu lalu lintas. "Yang kecelakann itu dikarenakan penguna jalan yang tidak mematuhi lalu lintas. Oleh karena itu kami harapkan pengguna lalu lintas dapat mematuhi rambu lalu lintas," imbaunya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%