Minggu, 29/07/2012 01:50 WIB

Tabrakan antar Motor di Jl Merdeka Selatan, 1 Tewas

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Setelah terjadi insiden maut di Pondok Pinang, kecelakaan motor maut juga terjadi di Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Kali ini satu nyawa meregang karena terjadi tubrukan antar kendaraan roda dua.

"Kecelakaan antara Honda Beat B 3370 BNK & Yamaha Vega B 6616 PLM di Jl. Merdeka selatan, korban meninggal satu orang," ujar salah seorang petugas TMC Polda Metro, Minggu (29/7/2012) dinihari.

Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka-luka. Belum diketahui seberapa serius luka yang dideritanya. "Korban lainnya luka-luka," jelas petugas tersebut.

Dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor terlibat kecelakaan di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Sebelumnya kecelakaan maut juga terjadi di Pondok Pinang Jakarta selatan. Dua korban yang menunggang Honda Beat bernopol Beat B 6932 SXJ itu, tertimpa muatan truk tronton B 9709 QN. Korban meninggal di lokasi.

Belum diketahui bagaimana sampai muatan truk tronton itu bisa terlepas. "Korban meninggal dua orang, yang berboncengan di motor itu," ujar salah seorang petugas piket Pospol Pondok Indah ketika dihubungi, Minggu (29/7) dinihari.

Kejadian mirip juga terjadi di Jl RE Martadinata, Jakarta Utara. Beruntung, pemotor yang mengendarai Honda Revo B 3324 BNC ini berhasil meloloskan diri dari tumpahan muatan truk B 9952 DS.

(fjp/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel