detikcom
Minggu, 29/07/2012 00:07 WIB

Angga, Korban Tewas Bentrok Sumsel Itu Ingin Jadi Pesepakbola Terkenal

Taufik Wijaya - detikNews
Foto Angga dipegang ibundanya
Jakarta - Sekitar seribuan warga Desa Tanjung Pinang 2, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten
Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mengantar pemakaman Angga Prima (12),
bocah yang tewas dalam bentrokan antara Brimob Polda Sumsel dengan
warga di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumsel, Jumat (27/07/2012) sore
kemarin. Hadir pula puluhan teman anak yang bercita-cita ingin menjadi
pemain sepakbola terkenal itu.

“Angga itu pintar nian main sepakbola. Dia ingin jadi pemain sepakbola
terkenal,” kata Khairil (10), teman bermain Angga semasa hidup.
Menurut Khairil maupun teman-teman Angga lainnya, Angga paling senang
dengan pemain Sriwijaya FC Keit Kayamba Gumbs.

“Dia sangat senang
dengan Kayamba,” kata Khairil, yang selama pemakaman yang
dilangsungkan di pemakaman desa itu, membawa tulisan Angga.

Berdasarkan pemantauan detikcom, di lokasi konflik yakni Desa Limbang
Jaya maupun Desa Tanjung Pinang 2, tidak tampak aparat polisi di
lokasi. Suasana tampak hening seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi
bagai semut yang merayap, saat pemakaman Angga masyarakat berkumpul
satu per satu maupun berkelompok ke lokasi pemakaman.

(tw/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel