Sabtu, 28/07/2012 23:20 WIB
Tiket KA Arus Balik Yogyakarta-Jakarta Nyaris Habis
"Ada kecenderungan tiket untuk arus balik mulai tanggal 22-26 Agustus sudah penuh dipesan pemudik," kata Kepala Bagian (kabag) Humas PT KA Daop VI Yogyakarta, Eko Budianto seusai rapat di Jl Lempuyangan, Sabtu (28/7/2012).
Meski sudah banyak dipesan konsumen jauh hari sebelumnya kata Eko, masih tersedia beberapa kursi yang tersedia. Tiket yang masih tersedia diantaranya Kereta Argowilis jurusan Surabaya-Bandung untuk tanggal 9-16 Agustus 2012 dan 18-30 Agustus 2012.
Selanjutnya KA Eksekutif Argolawu jurusan Solo-Gambir tanggal 9-21 Agustus 2012 dan 27-30 Agustus 2012. Selain itu juga kereta Taksaka Pagi dan Taksaka Malam jurusan Yogyakarta-Gambir.
"Tiket yang tersedia itu meliputi kereta reguler maupun kereta tambahan," ungkap Eko.
Eko meminta agar calon penumpang membeli tiket di loket resmi maupun secara online di relasi PT KA yaitu Indomaret, Alfamart dan Kantor Pos. Calon penumpang juga diminta tidak mempercayai para calo yang menawarkan tiket.
"Setiap calo penumpang yang mau naik akan kita periksa. Petugas akan bertindak tegas jika ada tiket yang tidak sesuai dengan identitas penumpang," katanya.
Eko menambahkan jumlah pemudik yang menuju wilayah Daop VI Yogyakarta diperkirakan akan mengalami penurunan 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini lantaran dampak dari pemberlakuan pembatasan penumpang kereta dengan penyesuaian jumlah tempat duduk.
"Dulu memang masih ada toleransi untuk tiket berdiri. Sekarang sudah tidak ada lagi. Semua disesuaikan dengan jumlah tempat duduk yang ada," katanya.
(bgs/fjp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Pemerintah Siap Implementasikan Kurikulum 2013 Mulai 15 Juli
334 share this. -
Kecanggihan Electronic Banking Center BCA Hadir di Surabaya
0 share this. -
The New Samsung Smart TV 2013
0 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
0 share this. -
Jokowi Tak Setuju Dirinya Difilmkan
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 09:22 WIB
4 Kisah Repotnya Cewek Cantik Balikin Hadiah Mewah Fathanah
-
Selasa, 21/05/2013 08:54 WIB
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
-
Selasa, 21/05/2013 08:44 WIB
Jokowi Tak Setuju Dirinya Difilmkan
-
Selasa, 21/05/2013 08:28 WIB
Ini Kata PKS Soal Aliran Dana Fathanah ke Oknum Selain Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik
-
Selasa, 21/05/2013 07:34 WIB
Sinchan: Sex, Drugs, and Criminal
-
Selasa, 21/05/2013 07:01 WIB
Misteri Rumah Irjen Djoko yang Berisi Banyak Uang Dollar
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Ini Kata PKS Soal Aliran Dana Fathanah ke Oknum Selain Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 08:44 WIB
Jokowi Tak Setuju Dirinya Difilmkan
-
Selasa, 21/05/2013 08:21 WIB
PBHI Undang Ahok Isi Kuliah Umum di Komnas HAM
-
Selasa, 21/05/2013 07:51 WIB
Obama Minta Presiden Myanmar Hentikan Kekerasan terhadap Muslim
-
Selasa, 21/05/2013 08:45 WIB
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
229 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
206 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 19:40 WIB
Samad: Bila Diminta Polri, KPK Akan Beri Bantuan Usut Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 19:23 WIB
KPK: Data Oknum PKS yang Terima Dana dari Fathanah Akan Dibuka di Sidang
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

