detikcom
Sabtu, 28/07/2012 22:33 WIB

Bentrok di Sumsel, Kapolri Sebut Polisi dan Warga Sama-sama Salah

Robert - detikNews
Jakarta - Kapolri Jenderal Timur Pradopo angkat bicara mengenai bentrok antara polisi dan warga di Sumater Selatan. Timur menyebut dalam bentrok maut itu terjadi dua pihak sama-sama salah.

"Ini permasalahan yang kita sesalkan bersama. Artinya kalau masyarakat tidak melakukan pelanggaran hukum, ini tidak akan terjadi. Jika petugas polisi secara profesional, juga tidak akan terjadi seperti itu," tutur Kapolri usai salat tarawih di masjid Sirotol Mustaqim, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (28/7/2012) malam.

Timur mengatakan, saat ini polisi tengah intensif melakukan penyelidikan mengenai bentrokan ini. Dia meminta hal semacam itu tidak boleh terjadi lagi.

"Kita akan melakukan penyelidikan, seperti apa kelemahan itu, atau kalau nanti memang ada kelalaian polisi," ujar Timur.

Bentrok antar warga dengan personel Brimob mengakibatkan Angga bin Darmawan (12) tewas tertembak. Selain itu, 5 orang warga juga menderita luka-luka. Bentrokan bermula ketika personel Brimob melakukan olah TKP terkait kasus pencurian pupuk di Rayon III.

Versi polisi saat itu rombongan Brimob bersenjata lengkap tiba-tiba diserang warga saat melaksanakan patroli. Sementara Walhi Sumsel menyebut bentrokan terjadi ketika warga menghampiri polisi yang masuk ke desa mereka.

Namun karena aparat melihat banyaknya warga yang mendatangi, mereka mengeluarkan tembakan ke arah warga.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fjp/slm)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%