Proyek pipa limbah di Cina dibatalkan
Sebagian pengunjuk rasa memaksa masuk ke kantor-kantor pemerintah.
Pemerintah Cina mengatakan rencana proyek pembangunan jaringan pipa air limbah di kota Qidong dibatalkan setelah ribuan warga memprotes proyek tersebut.
Kantor berita resmi Cina Xinhua melaporkan ribuan warga Qidong, dekat Shanghai, memenuhi jalan-jalan untuk menentang pembangunan pipa pembuangan limbah karena khawatir akan menimbulkan polusi, tetapi mereka membubarkan diri setelah mendengar pengumuman pemerintah pada Sabtu, 28 Juli.
Zhang Guohua, Walikota Nantong, mengatakan pemerintah akan membatalkan jaringan pipa pembuangan limbah yang semula direncanakan untuk menyalurkan limbah dari sebuah pabrik milik Jepang ke laut melalui kota Qidong.
Pembangunan jaringan pipa merupakan bagian dari proyek pendirian pabrik kertas milik Jepang, Oji Paper Group, di Nantong. Sejauh ini pemerihtah tidak menjelaskan apakah rencana pembangunan pabrik juga dibatalkan.
Oji sebelumnya mengatakan air limbah baru akan dibuang setelah diolah sesuai dengan standar nasional Cina.
"Perlindungan lingkungan merupakan prioritas penting bagi perusahaan kami," tegas Oji seperti dikutip kantor berita AP.
Ongkos pembangunan
Bagaimanapun para pemrotes tidak mempercayai pernyataan Oji dan menyatakan pembangunan pipa limbah akan menimbulkan polusi air di kawasan pesisir."Limbah pabrik sudah bisa dipastikan menimbulkan polusi. Kalau dibuang ke sungai, itu akan mencemari laut, akan berdampak pada lingkungan kita. Kita harus memikirkan masa depan, kita tidak bisa hanya memikirkan keuntungan jutaan dolar yang kemungkinan besar akan masuk ke kantong para pejabat," kata seorang pengunjuk rasa.
Sebagian pemrotes lainnya tidak percaya dengan janji pemerintah membatalkan proyek.
"Pemerintah mengatakan akan menghentikan proyek, tetapi saya tidak puas. Tak seorang pun puas," kata seorang pria.
Demonstrasi di Qidong berjalan rusuh. Sebagian dari ribuan pengunjuk rasa mendobrak kantor-kantor pemerintah dan memecahkan komputer. Mereka juga mengobrak-abrik meja dan melempar dokumen ke luar jendela.
Unjuk rasa kali ini merupakan bentuk kemarahan terbaru warga Cina terhadap polusi.
Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience, melaporkan pembangunan cepat selama 30 tahun terakhir telah menimbulkan ongkos besar, dampak buruk terhadap lingkungan. Tetapi warga semakin vokal menyuarakan penentangan terhadap proyek-proyek industri.
(bbc/bbc)
-
Sabtu, 25/05/2013 14:27 WIB
Komik kuno Superman ditemukan di tembok
-
Sabtu, 25/05/2013 13:19 WIB
Belasan anak tewas dalam ledakan gas
-
Sabtu, 25/05/2013 11:41 WIB
Christine Lagarde menjadi saksi kunci
-
Sabtu, 25/05/2013 10:44 WIB
Perayaan 350 tahun West End
-
Sabtu, 25/05/2013 09:51 WIB
Nigeria klaim hancurkan kamp militan
-
Minggu, 26/05/2013 12:00 WIB
Fathanah, Royal ke Perempuan Tapi Bermasalah dengan Utang
-
Minggu, 26/05/2013 12:21 WIB
Meski Dikritik, Partai Demokrat DKI akan Tetap Interpelasi Jokowi
-
Minggu, 26/05/2013 10:15 WIB
Kondisi Kaca Retak, Ini Dia Mobil Mercy yang Dirusak Pemiliknya Sendiri
-
Minggu, 26/05/2013 11:21 WIB
Pengemudi Mercy yang Rusak Mobil Sendiri Minta Diperbolehkan Pulang
-
Minggu, 26/05/2013 11:32 WIB
FPG DPRD DKI: Soal KJS Diputuskan Senin, untuk Apa Interpelasi Jokowi?
-
Minggu, 26/05/2013 11:06 WIB
Pleno Pilgub Bali, PDIP Bawa 9 Kontainer Bukti Kecurangan Lawan ke KPUD
-
Minggu, 26/05/2013 12:33 WIB
Ibu Muda Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Nonton Konser The Virgin
-
Minggu, 26/05/2013 10:56 WIB
Pengemudi Mercy yang Rusak Mobil Sendiri Bawa 4 Butir Xanax
-
546 Komentar
-
263 Komentar
-
209 Komentar
-
207 Komentar
-
188 Komentar
-
156 Komentar
-
138 Komentar
-
129 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
-
Minggu, 26/05/2013 06:41 WIB
Tak Bisa Nyoblos, Ganjar Pranowo Antar Ayah ke TPS
-
Minggu, 26/05/2013 06:16 WIB
27 Juta Warga Jateng Hari Ini Tentukan Gubernur Baru
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
