detikcom
Sabtu, 28/07/2012 18:35 WIB

Kebakaran di Tambora, 2 Bocah Tewas dan 1 Petugas Pemadam Pingsan

Rivki - detikNews
Jakarta - Kebakaran di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, menewaskan dua bocah anak. Satu petugas pemadam juga sempat pingsan karena kekurangan oksigen saat memedamkan api.

Kasie Ops Sudin Damkar Jakarta Barat, Sutarno mengatakan, total keseluruhan rumah yang terbakar ada 175 unit. Kebakaran itu melanda RW 7 dan RW 8 Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakbar.

"Yang meninggal 2 orang anak atas nama Rahmat (4) dan Yati (1,5 tahun)," ucap Sutarno saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (28/7/2012).

Adapun petugas yang pingsan karena menghirup asap ialah Rahmat. Sutarno belum mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut.

"Kita turunkan 44 unit untuk memadamkan api di pemukiman padat itu," sambung Sutano.

Kedua jasad bocah malang itu sudah dilarikan ke RSCM, Jakata Pusat. "Mereka sudah dibawake rumah sakit," tutup Sutarno.

Sebelumnya, terjadi dua kebakaran sekaligus di Jakarta Barat. Yang pertama di Kampung Janis Kelurahan Pekojan 3 RT 08/07 Tambora serta Gang Burung, Tambora, Jakarta Barat.




Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(rvk/fjp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%