Warga Australia diminta tampung imigran
Lebih dari 5.000 pencari suaka saat ini berada di tahanan Australia.
Pihak berwenang Australia menyerukan kepada warga untuk menampung para pencari suaka yang berada di negara itu guna mengatasi kepadatan di pusat-pusat tahanan.
Seruan tersebut tertuang dalam program yang disebut homestay project atau proyek penginapan dan sekarang mulai dijalankan.
Program pemerintah itu dijalankan oleh Palang Merah dan diharapkan bisa membantu mengurangi kepadatan penghuni berbagai rumah detensi imigrasi di Australia.
Wartawan BBC di Sydney, Phil Mercer, melaporkan sejauh ini program tersebut telah berhasil menempatkan 60 pencari suaka.
"Sebelum akhir tahun ini jumlahnya diharapkan meningkat menjadi 800 orang," jelas Mercer.
Salah seorang warga yang mengambil bagian dalam menampung pencari suaka adalah Alan, 66. Penduduk pinggiran kota Sydney itu menampung dua pencari suaka dari Afghanistan dan Pakistan.
Pengalaman keliling
Mereka ditampung di rumah Alan sambil menunggu pemrosesan visa. Sebagai imbalannya, Alan menerima uang sebesar US$140 atau sekitar Rp1,3 juta per minggu per orang."Saya berkeliling dunia selama 10 tahun dan saya berkunjung ke negara berbeda-beda dan pada saat itu saya tahu betapa sulit berkunjung ke negara asing dan tanpa bekal bahasa setempat," tutur Alan mengenai latar belakang dia bersedia menampung imigran.
"Jadi saya setuju menampung mereka ketika saya tahu seorang teman saya juga melakukan hal yang sama," katanya.
Namun partai Konservatif yang berada di oposisi mengatakan proyek penginapan menunjukkan betapa buruk kebijakan pemerintah dalam masalah imigrasi.
Komisi Hak Asasi Manusia Australia menyerukan kepada pemerintah untuk menempatkan lebih dari 5.000 pencari suaka, yang saat ini berada di tahanan, di tengah-tengah masyarakat.
Alasannya, keberadaan mereka di tahanan berdampak buruk bagi kesehatan mental dan masa depan mereka.
Pemerintah mengatakan sejumlah tahanan dipindahkan ke masyarakat bersamaan dengan peningkatan jumlah pencari suaka yang datang lewat laut.
Menurut pihak berwenang imigrasi, sekitar 90 perahu yang mengangkut 6.400 orang dicegat di wilayah perairan Australia tahun ini.
(bbc/bbc)
-
Jumat, 24/05/2013 09:02 WIB
Jaksa Berlusconi diancam surat kaleng
-
Jumat, 24/05/2013 08:19 WIB
WHO desak keterbukaan informasi
-
Jumat, 24/05/2013 08:15 WIB
Kepanduan AS cabut larangan gay
-
Kamis, 23/05/2013 22:40 WIB
Pengebom serang barak dan tambang Niger
-
Kamis, 23/05/2013 21:42 WIB
Rusia ungsikan para peneliti dari Arktika
-
Jumat, 24/05/2013 13:06 WIB
Jokowi Tak Gentar Dengan Ancaman Interpelasi DPRD DKI
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
4 Cerita Luthfi dan 'Hobi' Pijat di Rumah Darin
-
Jumat, 24/05/2013 13:39 WIB
Hakim Selingkuhi 4 Wanita, Ketua MA: Itu Kesalahan Fatal
-
Jumat, 24/05/2013 13:37 WIB
Melihat dari Dekat Rumah Mewah Luthfi Hasan di Kebagusan
-
Jumat, 24/05/2013 12:08 WIB
Siswi SMA Dirawat di RS Setelah Diperkosa 3 Teman Lama
-
Jumat, 24/05/2013 11:39 WIB
Kepsek Tak Tahu Darin Dinikahi Luthfi Hasan
-
Jumat, 24/05/2013 13:33 WIB
Buaya Muara Sepanjang 2 Meter Dievakuasi dari Lebak Bulus
-
Jumat, 24/05/2013 13:55 WIB
Pengembang: Rumah di Kebagusan Bukan Atas Nama Darin Mumtazah
-
583 Komentar
-
364 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
-
207 Komentar
-
145 Komentar
-
140 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
-
Jumat, 24/05/2013 11:36 WIB
Anggota Komisi X Ragu Kelulusan UN Hasil Kejujuran Siswa
-
Jumat, 24/05/2013 11:25 WIB
Dipenggal di Jalan, Tentara Inggris Itu Pernah Ditugaskan ke Afghanistan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
