Sabtu, 28/07/2012 12:31 WIB

Curi Cokelat di 7-Eleven, 2 Pemuda Malaysia Dibui 3 Tahun

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Kuala Lumpur, - Dua pemuda di Malaysia dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan hukuman cambuk 1 kali atas kasus perampokan dan pencurian. Keduanya mengambil sebuah telepon genggam dan sejumlah uang tunai milik seorang kasir di sebuah minimarket setempat, serta mencuri beberapa bungkus cokelat.

Pengadilan Tinggi Malaysia menyatakan, Mohd Rahmat Abu Bakar (22) dan Arif Fikri Zainal (18) bersalah atas perampokan dan pencurian di sebuah outlet 7-Eleven di Tamang Rinting, Masai, Malaysia, pada 20 Juni lalu. Keduanya dihukum 3 tahun penjara plus hukuman cambuk sebanyak 1 kali.

Hakim Mohd Nasir Nordin menyatakan, kedua pemuda tersebut merampok petugas kasir bernama Dashiwana Roslan (21). Mereka mengambil telepon genggam dan sejumlah uang tunai milik Roslan, serta mencuri 10 bungkus cokelat dan sebuah kotak donasi. Demikian seperti dilansir oleh New Straits Times, Sabtu (27/8/2012).

Dalam pembelaannya, kedua terdakwa yang merupakan kakak-adik ini menyatakan mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena ingin membantu perekonomian keluarga. Selain itu, pekerjaan mereka sebagai pelayan restoran dan hotel tidak cukup untuk menghidupi keluarga mereka.

Saat membacakan vonisnya, Hakim Nasir menyayangkan perbuatan kedua pemuda ini, terutama Arif Fikri yang baru saja berulang tahun ke-18 tahun.

"Sangat disayangkan bagi saya untuk menjatuhkan vonis penjara tersebut kepada Anda. Terlebih Anda baru saja berusia 18 tahun dan Anda merupakan yang termuda dari saudara-saudara Anda. Tapi saya melihat Anda sebagai orang yang cukup dewasa untuk memikirkan konsekuensinya," ujar Hakim Nasir.

"Usia merefleksikan tingkat kedewasaan seseorang. Dalam budaya Arab kuni, seorang pria yang berusia 17 tahun sudah direkrut untuk memimpin perang. Saya berharap bahwa Anda mampu belajar dari kesalahan Anda dan berjanji kepada saya bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi," tandasnya.

(nvc/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    73%
    Kontra
    27%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel