Jumat, 27/07/2012 19:44 WIB

Sepeda olahraga paling sehat?

BBCIndonesia.com - detikNews
sepeda

Bersepeda ke kantor bisa sekaligus untuk olahraga

Olahraga sepeda menjadi pilihan populer banyak kalangan di negara maju dan berkembang.

Tetapi sebenarnya seberapa bagus olahraga sepeda untuk kesehatan, terutama kalau and sudah lama tidak berolahraga?

Apakah renang atau gimnastik dengan keragaman fasilitasnya menjadi alternatif yang lebih baik?

Kalau menghitung jumlah kalori yang terbakar, olahraga sepeda bukanlah pilihan.

Kalau membandingkan lari dan bersepeda dengan intensitas yang sama-sama tinggi, lari membakar lebih banyak kalori karena Anda harus memindahkan massa tubuh Anda secara terus menerus, kata Profesor Jamie Timmons dari Universitas Loughborough di Inggris.

Namun ini seperti membandingkan apel dan jeruk.

Hanya membandingkan jumlah kalori yang dibakar untuk menentukan jenis olahraga yang Anda pilih mengabaikan konsekuensi olahraga tersebut bagi tubuh secara keseluruhan, terutama ketika Anda baru mulai berolahraga kembali.

Beban sendi

Lari mungkin lebih baik untuk terus menerus menggerakkan massa tubuh. Tetapi dengan itu semua sendi di tubuh juga terus menerus akan menerima beban hentakan.

Prof Timmons mengatakan itulah sebabnya bersepeda, sebagai olahraga low impact--hentakan rendah--menjadi pilihan tepat untuk mereka yang baru berolahraga kembali.

Sekitar 70% berat tubuh disalurkan ke sadel dan stang sepeda ketimbang pergelangan kaki. Dan semakin berat tubuh Anda, semakin berat juga sendi Anda menerima hentakan.

Anda bisa melakukan olahraga sepeda yang intens dan menghindari cedera, karena tubuh Anda tidak menghentak ke bawah, kata Prof Timmons.

Dr Simon Kemp, dari Fakultas Olahraga dan Obat-obatan di Inggris, adalah penggemar sepeda dan mampu melakukan perjalanan panjang hingga 150 kilometer tanpa masalah.

Ia mengatakan bahwa salah satu keunggulan bersepeda adalah memberi kesempatan perbaikan teknik tanpa banyak upaya. Berbeda misalnya dengan renang yang menuntut perbaikan teknik untuk bisa maksimal.

Anda bisa pulang pergi bersepeda ke tempat kerja dengan mudah. Itu intensitasnya cukup rendah hanya menggunakan sekitar 60% detak jantung.

Tentu saja segala macam bentuk olahraga membantu meningkatkan kesehatan. Tetapi penelitian membuktikan bersepeda bisa dikatakan paling baik.

Sebuah penelitian selama 15 tahun terhadap 30.640 orang yang tinggal di Copenhagen menunjukkan bahwa mereka yang tidak bersepeda, 39% mempunyai kemungkinan meninggal lebih cepat.

Dr Kemp mengatakan, Ada bukti tak terbantahkan bahwa mereka dengan kondisi badan yang tidak fit mempunyai risiko kematian yang disebabkan penyakit cardiovascular yang lebih tinggi.

Jumlah sperma menurun

Jogging

Berlari murah meriah tetapi harus hati-hati dengan persendian

Bersepeda merupakan bentuk olahraga yang paling gampang masuk dalam aktivitas keseharian.

Berbeda dengan renang misalnya, yang mengharuskan kita pergi ke kolam renang atau kalau berduit ya membangun kolam renang. Mereka yang suka angkat bebas harus ke gim. Tetapi bersepeda ke tempat kerja bisa dengan mudah masuk dalam kegiatan keseharian.

Bersepeda bukannya tanpa risiko. Tetapi Dr Kemp menunjukkan bahwa risiko itu terutama menimpa para atlet.

Terlalu banyak bersepeda bisa membuat wilayah kelamin kehilangan sensitifitas sensasinya. Juga muncul dugaan jumlah sperma yang menurun di kalangan pembalap pria.

Ancaman lain tentu saja kecelakaan. Di negara maju seperti Inggris, dikenal istilah puncak kembar dengan kecelakaan fatal mencapai titik tertinggi di pagi hari ataupun saat jam pulang kantor.

Namun secara keseluruhan menurut Dr Kemp, keuntungan kesehatan bersepeda jauh lebih tinggi dari risiko yang dihadapi.

Hanya saja Prof Timmon memperingatkan, Anda mungkin kelihatan lucu mengenakan pakaian bersepeda. Maklum pakaian bersepeda biasanya berwarna mencolok dan menyala serta super ketat.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
67%
Kontra
33%