Jumat, 27/07/2012 17:04 WIB
Karo Penmas Polri: Orang-orang yang Disebut Ustad Jaya Segera Diperiksa
"Ada lagi nanti pemeriksaan tambahan kepada orang-orang yang disebutkan (oleh Jaya Komara) namun identitasnya masih belum bisa kami sebutkan. Orang-orang itu masih terkait dengan di dalam kegiatan manajemen di Koperasi Langit Biru dan kita harapkan akan mendapatkan penjelasan, terutama apakah ada aktivitas unit usaha yang dilakukan. Apakah ini fiktif atau tidak," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar.
Berikut ini wawancara wartawan dengan Boy dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (27/7/2012):
Bagaimana perkembangan kasus Ustad Jaya?
Kita tadi melakukan penyidikan lanjutan terhadap tersangka terkait kasus Koperasi Langit Biru, Jaya Komara dan istrinya. Kemarin kami sudah sampaikan, penyidik bersama yang bersangkutan melakukan penelusuran, khususnya secara konvensional ke daerah Tangerang.
Diinformasikan yang bersangkutan memiliki sejumlah rumah, ruko, dan tanah. Jadi informasinya ada 15 rumah. Tapi ini kita sedang lakukan kroscek oleh penyidik. Seandainya ini adalah aset yang dibeli dari hasil Koperasi Langit Biru, tentu akan dilakukan langkah penyitaan.
Pemeriksaan kepada tersangka?
Kemudian hari ini penyidik melakukan pemeriksaan tambahan kepada Jaya Komara, ada sekitar 25 pertanyaan tambahan. Dan kepada istrinya ada 33 pertanyaan. Kemudian kita melakukan penyitan sebuah server Koperasi Langit Biru di Tangerang dan pemeriksaan tambahan kepada sejumlah saksi.
Jadi saksi yang diperiksa termasuk dari Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang dan sopir yang bersangkutan. Karena pada saat penangkapan ada sopir yang membantu bersangkutan melakukan kegiatan di daerah selama melarikan diri.
Ada pemeriksaan kepada saksi lainnya?
Ada lagi nanti pemeriksaan tambahan kepada orang-orang yang disebutkan (oleh Jaya Komara) namun identitasnya masih belum bisa kami sebutkan. Orang-orang itu masih terkait dengan di dalam kegiatan manajemen di Koperasi Langit Biru dan kita harapkan akan mendapatkan penjelasan, terutama apakah ada aktivitas unit usaha yang dilakukan. Apakah ini fiktif atau tidak.
Ini hal-hal yang pernah disampaikan masyarakat yang pernah jadi investornya, jadi nanti akan dilihat mekanisme bisnis seperti apa yang dilakukan oleh Koperasi Langit Biru. Jadi kita menerapkan pasal penipuan terkait serangkaian kegiatan yang sebenarnya dilakukan Koperasi Langit Biru.
15 rumah itu berapa nominalnya?
Kita dapat informasi dari beberapa jenis. Jadi kita belum lakukan penilaian dan penyidik akan bekerja sama dengan profesional yang biasa menilai aset-aset seperti ini. Jadi ini yang akan dilihat aset-aset bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki Jaya Komara.
Jumlah tanah berapa yang ditelusuri?
Belum dipastikan karena akan dikroscek dengan surat-surat yang dimiliki.
Apa peran istrinya?
Terkait istrinya juga ada kegiatan usaha angkutan yang dikelola istrinya. Estimasinya itu ada sekitar Rp 3,5 miliar. Jadi informasinya menjalankan usaha angkutan dalam kota. Kegiatannya di Purwakarta.
Pasal yang disangkakan turut serta dalam aktivitas yang dipersangkakan kepada Jaya Komara yang diduga menipu, menggelapkan, dan pencucian uang. Itu pasal pokok, sementara belum dikaitkan dengan pasal lainnya.
Pelapor ada berapa?
Ada asosiasi forum yamg tergabung sebagai investor. Kalau jumlah pelapor secara resmi kita belum bisa berikan karena di asosiasi itu jumlahnya sampai 5.000. Imbauan yang kita lakukan diharapkan mereka datang untuk didata, karena mereka ini berkelompok berdasarkan asal daerah. Ada yang dari Lampung, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Jadi kita akan lakukan pendataan. Maka itu diharapkan hadir di Mabes Polri meskipun tidak semua, tapi perwakilan masing-masing kelompok dapat menyertakan beberapa anggota mereka yang ikut Koperasi Langit biru dan nilai investasi yang ditanam. Jadi baru ada satu jelompok.
Usaha angkutan istri akan disita?
Tentu, semua barang yang dibeli dari hasil Koperasi Langit Biru berpotensi akan jadi barang bukti. Untuk keseluruhan saksi ada sekitar 36 saksi.
Apa yang didapat dari saksi?
Dari Dinas Koperasi sudah diambil keterangan, dan yang bersangkutan Jaya Komara sudah diberi peringatan namun ketika yang menanamkan uang semakin banyak jadi dia sepertinya keterusan. Namun saat memenuhi janji, dia merasa keberatan.
Yang bersangkutan ini sangat meyakinkan pada saat menawarkan. Dia datang ke pengajian-pengajian dan meyakinkan warga. Namun ketika dihadapkan pada kewajiban untuk memenuhi ucapannya, pada puncaknya dia kewalahan. Akibatnya wanprestasi.
(vit/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Wawancara Terbaru
Indeks Wawancara ยป
-
Senin, 13/05/2013 12:52 WIB
Ahok Soal Waduk Pluit: Jadi, Siapa yang Langgar HAM?
-
Senin, 06/05/2013 09:41 WIB
Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah
-
Kamis, 02/05/2013 18:03 WIB
Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh
-
Kamis, 02/05/2013 13:46 WIB
Hakim Konstitusi Arief: Bayar di Bawah UMR, Pengusaha Tak Bisa Dipidana
-
Rabu, 01/05/2013 14:06 WIB
Sekretaris MA: Trolly Rp 10 Juta Harga Perkiraan
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 12:13 WIB
Korban Longsor Gugat PT Freeport Rp 1,1 Triliun
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
-
Senin, 20/05/2013 12:41 WIB
16 RS Swasta DKI Mundur dari KJS, Kadinkes: Mereka Tak Disubsidi APBD/N
-
Senin, 20/05/2013 11:09 WIB
Menghilang Berbulan-bulan, Milyuner AS Diduga Disekap Pengacaranya
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:18 WIB
2 Agen Khusus FBI Tewas di Virginia
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

