detikcom
Jumat, 27/07/2012 16:49 WIB

Kapal-kapal Sudah Siap Evakuasi Paus di Pantai Tanjung Pakis Karawang

M Rizki Maulana - detikNews
Bekasi - Kapal-kapal sudah siap mengevakuasi paus yang terdampar di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Kendala dari evakuasi ini adalah dangkalnya air laut bagi kapal-kapal itu.

"Sebenarnya evakuasinya kapal sih sudah ada dari Pertamina. Sea Rider dari Perhubungan. Itu sekarang proses evakuasi bisa dilakukan tapi lihat saja, banyak kapal di sekitar sana, sekitar paus. Jadi intinya cara mengevakuasi masyarakat," jelas Kapolsek Tanjung Pakis, AKP Abdul Kodir.

Hal itu disampaikan Abdul Kodir di lokasi, Pantai Tanjung Pakis, Jumat (27/7/2012). Abdul Kodir sendiri menjadi komando evakuasi untuk di darat.

Sementara Kepala Humas Pertamina, Ali Mundakir mengatakan bantuan penyelamatan ikan paus sudah dilakukan oleh beberapa kapal, termasuk dari Pertamina. Kendalanya, kedalaman air laut terlalu dangkal bagi kapal-kapal itu.

"Diinformasikan, bantuan untuk penyelamatan ikan paus yang terdampar, telah dilakukan oleh kapal Pertamina, KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, red) dan dibantu TB Maiden Cantik (Marine-Shipping), hingga saat ini belum berhasil melakukan evakuasi, karena dangkalnya perairan di lokasi. Semoga sore ini air naik (pasang)," jelas Ali Mundakir dalam pesan singkat yang diterima.

Proses evakuasi, dapat dimonitor di Chanel-9 frekuensi Radio Marine, 156.450.

Pantauan detikcom memang sudah ada Sea Rider dari Kemenhub yang berangkat dari Pantai Tanjung Pakis, berisi 8 orang memakai rompi bertuliskan 'SAR'.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/nvt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%