detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 27/07/2012 16:49 WIB

Kapal-kapal Sudah Siap Evakuasi Paus di Pantai Tanjung Pakis Karawang

M Rizki Maulana - detikNews
Bekasi - Kapal-kapal sudah siap mengevakuasi paus yang terdampar di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Kendala dari evakuasi ini adalah dangkalnya air laut bagi kapal-kapal itu.

"Sebenarnya evakuasinya kapal sih sudah ada dari Pertamina. Sea Rider dari Perhubungan. Itu sekarang proses evakuasi bisa dilakukan tapi lihat saja, banyak kapal di sekitar sana, sekitar paus. Jadi intinya cara mengevakuasi masyarakat," jelas Kapolsek Tanjung Pakis, AKP Abdul Kodir.

Hal itu disampaikan Abdul Kodir di lokasi, Pantai Tanjung Pakis, Jumat (27/7/2012). Abdul Kodir sendiri menjadi komando evakuasi untuk di darat.

Sementara Kepala Humas Pertamina, Ali Mundakir mengatakan bantuan penyelamatan ikan paus sudah dilakukan oleh beberapa kapal, termasuk dari Pertamina. Kendalanya, kedalaman air laut terlalu dangkal bagi kapal-kapal itu.

"Diinformasikan, bantuan untuk penyelamatan ikan paus yang terdampar, telah dilakukan oleh kapal Pertamina, KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, red) dan dibantu TB Maiden Cantik (Marine-Shipping), hingga saat ini belum berhasil melakukan evakuasi, karena dangkalnya perairan di lokasi. Semoga sore ini air naik (pasang)," jelas Ali Mundakir dalam pesan singkat yang diterima.

Proses evakuasi, dapat dimonitor di Chanel-9 frekuensi Radio Marine, 156.450.

Pantauan detikcom memang sudah ada Sea Rider dari Kemenhub yang berangkat dari Pantai Tanjung Pakis, berisi 8 orang memakai rompi bertuliskan 'SAR'.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nwk/nvt)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%