Detik.com News
Detik.com
Jumat, 27/07/2012 13:31 WIB

Ary Diduga Dipukul & Disundut Rokok oleh Seniornya di SMA Don Bosco

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Pihak sekolah SMA Don Bosco sudah melakukan pemeriksaan atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah siswa junior atas Ary. Indikasi awal, diduga ada penganiayaan pemukulan.

"Saat kejadian mereka disuruh duduk dan menunduk, baru dipukul. Rata-rata dipukul variasi ada yang dua dan tiga kali pukulan, ada juga yang disundut rokok, ya Ary itu," ungkap Kepala Bidang Kesiswaan SMA Don Bosco, Gerard, di SMA Don Bosco, Jl Duta Niaga, Jaksel, Jumat (27/7/2012).

Peristiwa itu terjadi pada 24 Juli usai pulang sekolah. Dugaan penganiayaan terjadi di luar sekolah. "Dari keterangan yang diduga pelaku, yang ada di TKP hanya 8 orang yang melakukan pemukulan. Kalaupun ada lebih dari 8 atau 20, itu tidak pasti karena saya kasih keterangan berdasarkan pengkuan," kata Gerard.

Saat ini kasus dugaan penganiyaan ini masih ditangani oleh Polres Jakarta Selatan, sekolah menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada pihak kepolisian.

"Ini kan ranah hukum, sekolah tidak bisa menindak sampai ada kepastian hukumnya dari polisi seperti apa," lanjutnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bal/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%