detikcom

Jumat, 27/07/2012 07:05 WIB

Ini Mobil Jasa Marga yang Dibakar Massa di Tol Jatibening

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Edward/detikcom
Jakarta - Mobil pick up milik PT Jasa Marga dibakar massa yang menggelar aksi di tol Jatibening. Kondisi mobil hangus tak bersisa.

Informasi yang dihimpun detikcom di lokasi, Jumat (27/7/2012) mobil dibakar oleh puluhan massa sekitar pukul 05.30 WIB. Mobil itu tak terlihat lagi pelat nomornya karena sudah hangus.

Di dalam mobil ada genset yang terlihat terbakar. Ada rambu lalu lintas dilarang berhenti yang teronggok di atasnya. Belum diketahui nasib sang sopir atau petugas yang mengendarainya.

Sementara situasi di lokasi hingga pukul 07.00 WIB masih lumpuh. Arus lalu lintas dari arah Cikampek maupun sebaliknya menuju Jakarta macet. Kendaraan tak bergerak.

Para pendemo saat ini masih berdialog dengan petugas kepolisian dan Kodim setempat.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mad/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%