Detik.com News
Detik.com
Jumat, 27/07/2012 06:20 WIB

Aksi Massa di Tol Jatibening Bikin Macet Hingga 8 Km, Mobil Dibakar

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Massa yang beraksi di Tol Jatibening semakin beringas. Mobil mililk PT Jasa Marga dibakar. Kemacetan pun terjadi hingga 8 kilometer.

Dillah, petugas informasi tol Jasa Marga menerangkan, aksi massa berlangsung di Km 8 tol Jatibening arah Jakarta dan sebaliknya. Kepadatan saat ini mulai terlihat hingga Km 16.

"Petugas sudah berada di lokasi, kendaraan mulai berhenti, tak bisa gerak. Ke arah sebaliknya kosong karena sudah ditutup," kata Dillah, kepada detikcom, Jumat (27/7/2012).

Berdasar pantauan CCTV di lokasi, Dillah melihat ada aksi bakar-bakaran. Diduga mobil yang dibakar adalah mobil milik PT Jasa Marga.

"Sepertinya mobil, asapnya tinggi," ujarnya.

Pembaca detikcom yang melintas di lokasi, Jaka, juga melihat ada mobil yang terbakar. "Tapi saya nggak tahu ada korban atau tidak," terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi massa ini dipicu karena Jasa Marga menutup terminal bayangan di Tol Jatibening. Jasa Marga menutup pagar dan akses warga menuju dalam tol karena dianggap bikin macet. Namun mereka kecewa dan mulai aksi pemblokiran sejak pukul 05.30 WIB.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/fiq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%