detikcom
Jumat, 27/07/2012 03:37 WIB

Banjir Bandang Padang Hancurkan 1.000 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp 40 M

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Banjir bandang yang terjadi di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Selasa (24/7) menyebabkan 1.003 unit rumah penduduk mengalami kerusakan. Nilai kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 40 miliar.

Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo mengatakan, dari 1.003 unit rumah tersebut, 190 unit rumah rusak berat, 332 rumah rusak sedang, dan 481 rumah rusak ringan.

"Dua orang luka ringan. Sebanyak 3.636 jiwa mengungsi. Selain itu terdapat bangunan rusak berat yaitu sekolah 2 unit, puskesmas 1 unit, rumah ibadah 11 unit, dan saluran irigasi 11 unit. Kerusakan lain adalah jalan dan jembatan," kata Sutopo dalam rilis kepada detikcom, Jumat (27/7/2012).

Dampak bencana tersebar di 24 keluruhan dari 6 kecamatan di Kota Padang. Enam kecamatan yang terdapak banjir tersebut adalah: Kecamatan Pauh (4 kelurahan), Kec. Lubuk Begalung (5 kel), Kec. Nanggalo (4 kel), Kec Lubuk Kilangan (5 kel), Kec Kuranji (4 kel), Kec Bungus Teluk Kabung, dan Kec. Padang Timur. Kerusakan terparah terjadi di Kec. Pauh dimana 64 rumah rusak berat, 48 rumah rusak sedang, dan 17 rusak ringan.

Berdasarkan rapat koordinasi pada Rabu (25/7), BPBD Sumatera Barat dan BNPB bersama dinas terkait telah merekapitulasi data kerusakan dan taksiran kerugian dampak dari bencana banjir bandang. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 40,66 milyar rupiah.

"Kerugian rumah dan fasilitas umum mencapai Rp 11,37 milyar, sedangkan kerugian jembatan dan jalan mencapai Rp 17,6 milyar," sambungnya.

Gubernur Sumatera Barat telah mengeluarkan surat keputusan terkait pelaksanaan tanggap darurat bencana alam banjir ini selama 30 hari terhitung sejak ditetapkan. Penanganan darurat masih dilaksanakan oleh BPBD Sumatera Barat dan BPBD Kota Padang beserta unsur lainnya seperti TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Tagana, PMI dan masyarakat lainnya.

(mad/fiq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel