Kamis, 26/07/2012 19:39 WIB
Ini Alasan Hari Suwandi Berubah Sikap Soal Lumpur Lapindo
Acara jumpa pers digelar di Sate Senayan, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2012) sore. Hari yang berkaus garis merah itu ditemani seseorang bernama Nico Latinena. Menurut penjaga restoran, Nico berasal dari grup Bakrie.
"Awalnya menuntut hak orang tua saya, dibawain berkas oleh kawan-kawan tetapi selama di Jakarta ada isu di Sidoarjo yang menjelek-jelekkan saya yang bilang saya penipu dan sebagainya," kata Hari.
"Jadi intinya mereka tidak ada dukungan terhdap saya percuma kami melakukan aksi," sambungnya.
Menurut Hari, aset orang tuanya bernilai Rp 89 juta sempat belum dibayarkan. Lalu, ada 10 korban lain yang sempat dikira Hari mendukung perjuangannya.
"Saya kira mereka mendukung saya. Justru mereka berjuang sendiri dengan memasukkan surat-surat ke pemerintah. Kedua surat ada tembusan ke MK, PDIP, NasDem dan Gerindra. Kami takut kalau aksi di Jakarta ini adalah milik saya. Saya takut aksi saya dibawa ke ranah politik," paparnya.
Terkait permintaan maaf pada keluarga Bakrie, Hari mengaku sudah ingin melakukannya sejak tahun 2009 saat aset milik istrinya sudah dibayarkan. Baru pada saat diwawancarai TVOne kemarin, dia bisa melakukannya.
Bagi Hari, Bakrie ternyata masih punya komitmen untuk menyelesaikan kasus Lapindo. Terbukti dengan aset keluarganya yang sudah dibayar hingga Rp 280 juta dari seharusnya Rp 350 juta.
"Saya juga ingin menebus dosa-dosa saya yang pernah saya lakukan yaitu melecehkan Aburizal Bakrie, mencemarkan nama keluarga besar bahkan kami sering melakukan demo," ucapnya.
Reportase Sore
(mad/vta)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
812 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
654 share this. -
Polisi Gagalkan Upaya Penyelundupan 170 Kg Ganja di Aceh
515 share this. -
Awasi Dana Parpol, KPU Siap Kerjasama dengan PPATK
503 share this. -
Alat Pemantau Gempa di Gunung Bromo Hingga Merapi Juga Pernah Dicuri
494 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 23/05/2013 15:53 WIB
Mediasi Mahasiswa dan Wartawan Terlibat Bentrok, Berakhir Tanpa Solusi
-
Kamis, 23/05/2013 15:50 WIB
Darin Diperkirakan Dinikahi Luthfi Saat Umur 18 Tahun
-
Kamis, 23/05/2013 15:46 WIB
Jika Dipanggil KPK Lagi, Darin Tetap Tak Mau Datang
-
Kamis, 23/05/2013 15:43 WIB
Rekomendasi Komnas HAM Tak Bisa Hentikan Penggusuran di Pulogadung
-
Kamis, 23/05/2013 15:34 WIB
Pukul Wartawan, Mahasiswa Trisakti Ardinal Ternyata Bukan Anak Jenderal
-
Kamis, 23/05/2013 14:28 WIB
Sesal Ibunda Darin Kepada Luthfi Hasan
-
Kamis, 23/05/2013 14:09 WIB
3 Janji Wah 'Papa' Luthfi untuk 'Mama' Darin
-
Kamis, 23/05/2013 15:28 WIB
Ke Rumah Darin, Luthfi Minta Pijat
-
Kamis, 23/05/2013 14:54 WIB
Ditanya Panggilan 'Papa-Mama' Darin dan Luthfi, Ibunda Tertawa
-
Kamis, 23/05/2013 15:26 WIB
Isu Darin & Aliran Uang Fathanah Merebak, Ini Tanggapan Resmi PKS
-
Kamis, 23/05/2013 15:34 WIB
Pukul Wartawan, Mahasiswa Trisakti Ardinal Ternyata Bukan Anak Jenderal
-
Kamis, 23/05/2013 15:06 WIB
Rumah Luthfi di Kebagusan Jadi Hadiah untuk Darin?
-
Kamis, 23/05/2013 14:36 WIB
Polisi: Penebar Ranjau Paku yang Dikeroyok Warga di Roxy Tukang Tambal Ban
-
563 Komentar
-
363 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
146 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 14:18 WIB
Luthfi Hasan Tak Pernah Dikenalkan ke Kerabat Darin Mumtazah
-
Kamis, 23/05/2013 14:13 WIB
Pilot Resign di Masa Kontrak, Lion Air Gugat Rp 117 Miliar
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
