Detik.com News
Detik.com

Kamis, 26/07/2012 15:49 WIB

Gudang Mebel Milik Jokowi Ludes Terbakar

Muchus Budi R. - detikNews
Gudang Mebel Milik Jokowi Ludes Terbakar Ilustrasi/detikcom
Solo - Gudang mebel milik PT Rakabu, perusahaan mebel milik Jokowi, ludes terbakar. Belum diketahui asal api yang memusnahkan seluruh mebel siap kirim dan sebagian mebel mentah tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir antara Rp 300 juta hingga Rp 400 juta.

Kebakaran terjadi di gudang PT Rakabu di Jalan A Yani, Pabelan, Sukoharjo, Kamis (26/7/2012) siang, ketika para karyawan sedang istirahat. Hingga saat ini, belum diketahui asal muasal api yang menghanguskan seluruh isi gudang.

Cuaca panas dan angin mempercepat kobaran api, sehingga api langsung menyambar gudang kapas milik kerabat Jokowi yang berada di lokasi berdekatan.

"Ada sekitar 0,5 kontainer mebel mentah dan seluruh mebel siap kirim sebanyak 1,5 kontainer yang tersimpan di gudang itu terbakar habis. Selain itu gudang kapas milik kerabat kami juga terbakar habis. Taksiran kasar seluruh kerugian mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta," ujar Anjas Wijanarko, adik ipar Jokowi yang mengelola gudang mebel tersebut.

Anjas menambahkan, dirinya datang ke lokasi tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu sudah banyak mobil pemadam kebakaran. Sedangkan saat kejadian tidak ada satupun karyawannya yang berada di dalam lokasi kebakaran karena sedang istirahat siang.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka. Kami juga belum bisa mengatakan asal muasal api yang membakar gudang karena tidak ada satupun saksi mata yang melihat awal kejadian," ujar Anjas.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%