detikcom
Kamis, 26/07/2012 15:39 WIB

Komisi V: Kemenhub dan Kepolisian Harus Jamin Keselamatan Pemudik

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Bulan Ramadan tiba dan akan mengantar ke momen tahunan mudik lebaran. Kementerian Perhubungan dan Kepolisian diminta menjamin kenyamanan dan keselamatan para pemudik.

"Mudik ini kan sudah menjadi masalah rutin setiap tahun. Jangan sampai ini menjadi masalah seperti tahun-tahun sebelumnya. Kemenhub harus menambah moda-moda transportasi yang ada. Menambah kapal, pesawat, atau jumlah gerbong di titik-titik arus mudik. Agar tidak ada tumpahan arus mudik yang tidak jadi berangkat. Ini tidak boleh terjadi lagi," kata anggota Komisi V DPR, Saleh Husin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Yang masih memprihatinkan antaralain penyeberangan laut. Jangan sampai ada kepadatan di pelabuhan transit.

"Seperti di Merak-Bakuheni pasti akan terjadi kemacetan yang cukup panjang. Tentu harus disiapkan armadanya tidak kurang pada saat fix season. Jangan sampai ada kapal yang docking,"katanya.

Jalur mudik darat juga harus dibersihkan dari pasar tumpah. Agar transportasi lancar dan tidak menimbulkan kemacetan yang berpotensi kecelakaan.

"Dalam hal ini Kemenhub berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mengantisipasi pasar-pasar tumpah yang muncul. Karena tahun-tahun sebelumnya bisa diprediksi. Ini harus diantisipasi sehingga arus lalulintasnya bisa diarahkan sehingga tidak ada arus antrean yang panjang,"katan Sekretaris FHanura DPR ini.

Yang terpenting adalah menekan angka kecelakaan. Keselamatan mudik menjadi tanggungjawab Kemenhub bersama Kepolisian.

"Data yang kami dapat dari Kemenhub jumlah korban kecelakaan itu 80 persen itu menggunakan kendaraan roda dua. Ini harus bisa diantisipasi untuk bisa diatur pemberangkatannya sehingga bergerombol diatur dikawal supaya tidak berbahaya. Kendaraan roda dua kan yang mengendarai saudara kita yang berpenghasilan rendah dan pengetahuan transportasinya juga rendah. Keselamatan mudik ini menjadi tanggungjawab Kemenhub dan Kepolisian,"pungkasnya.


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(van/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close