Kamis, 26/07/2012 12:57 WIB

Paus Berbobot 2 Ton Terdampar di Perairan Karawang

Nala Edwin - detikNews
Foto: Jakarta Animal Aid Network
Jakarta - Seekor paus berbobot 2 ton terdampar di perairan dangkal di Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Paus ini terdampar di perairan ini sejak Rabu (25/7) kemarin.

"Kita dapat informasi ada paus yang terdampar kemarin sekitar pukul 14.00 WIB," kata Iben, Koordinator Satwa Liar Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kepada detikcom, Kamis (26/7/2012).

Iben mengatakan, 12 anggota JAAN dibantu dengan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) kemudian mendatangi lokasi itu dan mendapatkan paus dengan panjang 12 meter terdampar di dekat pantai.

"Saat ini paus itu masih hidup, namun kondisinya lemah," katanya.

Iben mengatakan, saat ini punggung paus itu mulai rusak akibat sengatan panas matahari. Anggota JAAN kemudian mencoba mengoleskan pelembab di punggung ikan itu.

"Kita coba oleskan pelembab ke tubuh ikan itu karena lautnya saat ini sedang surut," katanya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%