QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 25/07/2012 19:48 WIB

Bom di Thailand tewaskan lima orang polisi

BBCIndonesia.com - detikNews
Polisi Thailand

Polisi diterjunkan untuk memberikan pengamanan kepada guru yang sering menjadi sasaran serangan.

Serangan bom di distrik Raman, Provinsi Yala, Thailand selatan menewaskan lima orang polisi dan menyebabkan satu orang lagi luka-luka serius.

Ledakan terjadi akibat bom yang disembunyikan di jembatan distrik Raman pada Rabu, 25 Juli dan bom meledak ketika rombongan polisi melintasi jembatan.

Ledakan membuat kendaraan yang ditumpangi polisi terbalik dan masuk ke sungai di dekatnya. Empat orang polisi meninggal dunia seketika.

Satu orang polisi meningal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Polisi keenam dilaporkan dalam keadaan kritis di rumah sakit setempat.

Mereka diterjunkan ke lapangan untuk memberikan pengamanan kepada para guru yang sering menjadi sasaran serangan.

Ledakan diikuti oleh tembak-menembak antara polisi yang selamat dan para penyerang namun penyerang kemudian melarikan diri.

Senjata polisi

Polisi sudah menutup lokasi kejadian dan meminta tambahan personel.

Kepala Kepolisian Daerah Yala, Pirat Boonliang, mengatakan kelompok pemberontak yang bernama Runda Kumpulan Kecil meledakkan bom dari hutan.

"Mereka membawa lari senjata milik polisi," katanya seperti dikutip kantor berita Bernama.

Kelompok pemberontak berhaluan Islam sebelumnya dituding berada di balik berbagai aksi kekerasan di tiga provinsi bagian selatan, Pattani, Narathiwat dan Yala, selama delapan tahun terakhir. Lebih dari 5.000 orang meninggal dunia akibat kekerasan itu.

Serangan bom dan serangan senjata dengan sasaran tentara, warga sipil termasuk warga Buddha dan Muslim, sering terjadi di kawasan selatan.

Pemerintah masih memberlakukan keadaan darurat di daerah-daerah yang paling parah dilanda kekerasan.

Pihak berwenang memperingatkan kaum militan kemungkinan meningkat serangan selama bulan suci Ramadan.

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%