Rabu, 25/07/2012 19:48 WIB

Bom di Thailand tewaskan lima orang polisi

BBCIndonesia.com - detikNews
Polisi Thailand

Polisi diterjunkan untuk memberikan pengamanan kepada guru yang sering menjadi sasaran serangan.

Serangan bom di distrik Raman, Provinsi Yala, Thailand selatan menewaskan lima orang polisi dan menyebabkan satu orang lagi luka-luka serius.

Ledakan terjadi akibat bom yang disembunyikan di jembatan distrik Raman pada Rabu, 25 Juli dan bom meledak ketika rombongan polisi melintasi jembatan.

Ledakan membuat kendaraan yang ditumpangi polisi terbalik dan masuk ke sungai di dekatnya. Empat orang polisi meninggal dunia seketika.

Satu orang polisi meningal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Polisi keenam dilaporkan dalam keadaan kritis di rumah sakit setempat.

Mereka diterjunkan ke lapangan untuk memberikan pengamanan kepada para guru yang sering menjadi sasaran serangan.

Ledakan diikuti oleh tembak-menembak antara polisi yang selamat dan para penyerang namun penyerang kemudian melarikan diri.

Senjata polisi

Polisi sudah menutup lokasi kejadian dan meminta tambahan personel.

Kepala Kepolisian Daerah Yala, Pirat Boonliang, mengatakan kelompok pemberontak yang bernama Runda Kumpulan Kecil meledakkan bom dari hutan.

"Mereka membawa lari senjata milik polisi," katanya seperti dikutip kantor berita Bernama.

Kelompok pemberontak berhaluan Islam sebelumnya dituding berada di balik berbagai aksi kekerasan di tiga provinsi bagian selatan, Pattani, Narathiwat dan Yala, selama delapan tahun terakhir. Lebih dari 5.000 orang meninggal dunia akibat kekerasan itu.

Serangan bom dan serangan senjata dengan sasaran tentara, warga sipil termasuk warga Buddha dan Muslim, sering terjadi di kawasan selatan.

Pemerintah masih memberlakukan keadaan darurat di daerah-daerah yang paling parah dilanda kekerasan.

Pihak berwenang memperingatkan kaum militan kemungkinan meningkat serangan selama bulan suci Ramadan.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%