detikcom
Rabu, 25/07/2012 16:25 WIB

Hendak Berangkat Kerja, Hardian Ditodong di Tambora

Dhurandara HKP - detikNews
Jakarta - Penodongan terjadi di kawasan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. Hardian yang hendak berangkat kerja ditodong dan dipukuli di kawasan tersebut.

"Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 08.40 WIB di Rt 03/10, Tanah Sereal, Tambora," ujar Kapolsek Tambora, Kompol Donni Eka Saputra melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (25/7/2012).

Saat itu Herdian hendak berangkat kerja, di jalan dia bertemu dengan Rudi dan rekannya, yang merupakan tetanga korban. Rudi kemudian menodong Hardinan dan meminta uang. Namun korban menolak memberikannya sehingga dipukuli.

Karena Hardian ketakutan, ia kemudian memberi uang Rp 50 ribu kepada pelaku. Tak puas dengan uang, kedua pelaku yang merupakan tetangga korban ini kemudian merogoh saku milik korban.

"Pelaku minta HP Nexian yang ada di saku namun korban tidak berikan, lalu pelaku kembali pukuli korban dan ambil paksa HP di saku celana korban," tambah Donni.

Kejadian tersebut diketahui oleh warga yang sedang melintas bernama Ratningsih. Ia langsung berteriak meminta tolong.

Kasus ini ditangani oleh Polsek Tambora, Jakarta Barat. Polisi hingga saat ini masih mengejar pelaku, dan baru mendapatkan identitas satu pelaku.

(nal/dhu)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel