detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 25/07/2012 12:56 WIB

SBY Jadi Imam Salat Zuhur di Kejagung

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Presiden SBY melakukan safari Ramadan dengan menggelar rapat kabinet terbatas di Kejagung. Di sela-sela acara, azan zuhur berkumandang. SBY lantas mendirikan salat dan bertindak sebagai imam.

SBY menjadi imam salat zuhur di Masjid Baitul Adli Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2012).

SBY berangkat ke masjid dari gedung utama Kejagung dengan mobil golf. SBY menumpang di mobil pertama bersama Wapres Boediono. Sementara ajudan keduanya berjalan kaki beriringan dengan mobil tersebut.

Di barisan kedua, mobil golf ditumpangi Kapolri Jenderal Pol Timor Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief. Sementara menteri-menteri berjalan kaki dari gedung utama Kejagung menuju mesjid.

Setelah sampai di masjid, SBY yang mengenakan kemeja biru lengan panjang langsung mengambil wudhu dan memimpin salat. Boediono, Kapolri dan Jaksa Agung serta menteri-menteri mengikuti salat berjamaah tersebut.

Saat SBY dan para pejabat salat, masjid disterilkan. Wartawan hanya boleh menunggu di luar masjid. Setelah selesai salat, SBY kembali memimpin rapat dengan menumpang mobil golf dari masjid ke ruang utama Kejagung, tempat rapat berlangsung.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nik/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%