detikcom
Rabu, 25/07/2012 12:44 WIB

Polisi Rusia Temukan 248 Embrio Manusia di Hutan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Moskow, - Otoritas Rusia mendapat temuan mengejutkan ketika tengah melakukan patroli rutin di wilayah hutan setempat. Empat tong besar berisi 248 embrio manusia ditemukan di tengah-tengah hutan yang ada di wilayah Pengunungan Ural.

Saat mendekati temuan tong-tong tersebut, polisi hutan menemukan ada sedikit bagian tong yang terbuka sehingga isinya dilihat. Ketika penutup tong dibuka, beberapa embrio berjatuhan ke tanah.

Petugas pun menyadari bahwa tong-tong tersebut berisi ratusan embrio bayi yang direndam dalam sekitar 50 liter cairan formalin yang biasa digunakan sebagai pengawet. Demikian seperti dilansir oleh Channel News Asia, Rabu (25/7/2012).

Juru bicara kepolisian setempat menyatakan, pihaknya mencurigai bahwa embrio-embrio tersebut sengaja dicuri dari sebuah rumah sakit setempat. Diketahui bahwa di dekat lokasi terdapat fasilitas medis milik sebuah rumah sakit yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah-sampah biologis para pasiennya.

Temuan embrio ini memancing banyak pertanyaan soal bagaimana caranya embrio tersebut bisa berada di tengah hutan. Sejumlah pakar mencurigai bahwa embrio-embrio manusia tersebut berasal dari praktik aborsi ilegal. Ada juga yang menduganya akan digunakan untuk penelitian ilegal.

Menurut media Rusia RT, embrio-embrio tersebut diduga berusia sekitar 12-16 minggu. Tidak diketahui sejak kapan embrio tersebut dicuri, namun beberapa ada yang diperkirakan telah diawetkan selama lebih dari 10 tahun. Kini, pemeriksaan forensik terhadap temuan ini tengah dilakukan untuk mengatahui kejadian yang sebenarnya.


Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%