detikcom
Rabu, 25/07/2012 09:49 WIB

Perampok Bersenjata Mengaku Polisi Beraksi di Jl Graha Raya

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Perampok bermodus mengaku polisi kembali terjadi. Terbaru polisi gadungan beroperasi di Jl Graha Raya, di depan Perumahan Calesta, Kelurahan Pakujaya, Serpong, Tangerang. Mereka menodong dengan senjata api seorang wanita, lalu merampas sepeda motor korban.

Humas Polda Metro Jaya pada Rabu (25/7/2012) menyebut, peristiwa itu terjadi Selasa (24/7) malam. Korban bernama Romayati merupakan warga Kampung Ceger, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren. Saat itu korban yang melintas di Jl Graha Raya, tiba-tiba diberhentikan oleh dua pelaku yang mengaku anggota polisi. Korban yang kaget langsung memberhentikan laju kendaraan sementara salah seorang pelaku dengan sigap langsung menodongkan senjata api ke arah korban, dan berhasil merampas sepeda motor korban.

Polisi gadungan bersenjata itu lantas membawa kabur sepeda motor Honda Beat bernopol B 6809 WGK. Kasus ini kini ditangani Polsek Metro Serpong.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
64%
Kontra
36%