Detik.com News
Detik.com
Rabu, 25/07/2012 09:49 WIB

Perampok Bersenjata Mengaku Polisi Beraksi di Jl Graha Raya

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Perampok bermodus mengaku polisi kembali terjadi. Terbaru polisi gadungan beroperasi di Jl Graha Raya, di depan Perumahan Calesta, Kelurahan Pakujaya, Serpong, Tangerang. Mereka menodong dengan senjata api seorang wanita, lalu merampas sepeda motor korban.

Humas Polda Metro Jaya pada Rabu (25/7/2012) menyebut, peristiwa itu terjadi Selasa (24/7) malam. Korban bernama Romayati merupakan warga Kampung Ceger, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren. Saat itu korban yang melintas di Jl Graha Raya, tiba-tiba diberhentikan oleh dua pelaku yang mengaku anggota polisi. Korban yang kaget langsung memberhentikan laju kendaraan sementara salah seorang pelaku dengan sigap langsung menodongkan senjata api ke arah korban, dan berhasil merampas sepeda motor korban.

Polisi gadungan bersenjata itu lantas membawa kabur sepeda motor Honda Beat bernopol B 6809 WGK. Kasus ini kini ditangani Polsek Metro Serpong.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%