Rabu, 25/07/2012 07:13 WIB

Tawuran Usai Sahur Kembali Terjadi di Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar, - Tawuran antar dua kelompok pemuda kembali terjadi di Makassar, sesaat setelah pelaksanaan ibadah shalat shubuh di Masjid Raya Makassar, Rabu (25/7/2012). Sehari sebelumnya, tawuran serupa terjadi di jalan Tinumbu, tidak jauh dari Masjid Raya.

Aksi tawuran yang berlangsung dari pukul 05.00 WITA hingga pukul 07.00 WITA, di perempatan jalan Masjid Raya dan jalan Veteran ini diduga dipicu aksi saling ejek antara kelompok pemuda dari jalan Kandea dan kelompok pemuda dari jalan Veteran Utara, saat mereka bergerombol usai pulang dari masjid.

Kedua kelompok yang saling perang batu dan petasan ini berlangsung sekitar dua jam lantaran tidak adanya petugas kepolisian yang datang untuk melerai kedua pihak yang bertikai ini. Akibat aksi brutal ini, banyak warga pengguna jalan yang dibuat resah dan khawatir.

Aksi tawuran ini baru berhenti saat langit mulai terang, saat seorang anggota Polsek Bontoala melepaskan tembakan ke udara untuk melerai dua kelompok ini. Seorang peserta tawuran diamankan ke Polsek Bontoala untuk dimintai keterangan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mna/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%