detikcom
Rabu, 25/07/2012 03:18 WIB

Diprediksi Anjlok, PKS: Masih Ada Waktu Menuju Pemilu 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Survei parpol yang dilakukan Litbang Kompas pada 16-19 Juli mencatat hasil yang cukup mengejutkan. Diprediksi anjlok signifikan, PKS mensikapinya dengan santai.

"Hasil survei tersebut bagi kami menjadi salah satu masukan yang penting, untuk terus melakukan evaluasi dan pematangan langkah-langkah konsolidasi dan ekspansi yang sedang kami lakukan. Kami optimis dapat meningkatkan kinerja kepartaian, masih ada waktu menuju 2014, untuk terus melakukan soliditas struktural dan kader dan melakukan berbagai program yang dapat memenangkan hati rakyat," kata Sekretaris FPKS DPR Abdul Hakim kepada detikcom, Rabu (25/7/2012).

Menurut Abdul Hakim hasil survei sifatnya sangat dinamis. Sangat tergantung situasi politik, sosial, ekonomi dan trend isu yang berkembang pada saat survei dilakukan.

"Saat survei dilakukan isu publik yang sangat menarik perhatian media adalah salah satunya kemenangan fenomenal Jokowi di Pilgub DKI. Hal tersebut sedikit banyak memberikan andil signifikan terhadap presepsi publik terhadap Gerinda yang mengusung Jokowi dan variabel kampanye yang masif terkait pencalonan Prabowo sebagai kandidat capres 2014," katanya.

Survei parpol yang dilakukan Litbang Kompas pada 16-19 Juli mencatat hasil yang cukup mengejutkan. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada 16-19 Juli 2012 di 33 ibu kota provinsi dengan melibatkan 1.008 responden dan sampling error 3,1 persen, PKS dan PAN menurun suaranya dibanding 2009.

Bila pemilu digelar saat ini, PKS hanya mendapat 2,5 persen suara. Sementara itu bila pemilu digelar saat ini PAN hanya mendapat 1,8 persen suara. Namun, memang dari survei ini disebutkan masih ada jumlah massa mengambang yang cukup besar. Ada 30,8 persen responden yang masih tidak tahu memilih partai apa. Dan ada 15,3 persen yang memutuskan tidak memilih.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/edo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%