Detik.com News
Detik.com
Rabu, 25/07/2012 00:42 WIB

Wakil Bupati Samosir Meninggal Dunia Usai Main Catur

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan, - Wakil Bupati Samosir, Mangadap Sinaga (50), meninggal dunia di Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (24/7/2012) malam. Dugaan sementara, dia mengalami serangan jantung mendadak.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, Rudi Siahaan mengatakan kepada wartawan, korban mengalami sesak nafas usai bermain catur dengan salah seorang kerabat di rumah dinasnya di Desa Rianite, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, sekitar pukul 20.30 WIB.

"Tiba tiba beliau sesak napas dan langsung terjatuh," sebut Rudi.

Sinaga kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Hadrianus Sinaga, Pangururan. Tak lama setelah tiba di rumah sakit, Sinaga kemudian meninggal dunia.

Saat kejadian, sang istri Megawaty Simbolon, tidak berada di rumah. Megawaty sedang berada di Medan untuk satu keperluan.

Mangadap Sinaga lahir pada 15 Februari 1952. Dia terpilih sebagai Wakil Bupati Samosir periode 2010-2015 berpaket dengan Mangindar Simbolon.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%