detikcom
Selasa, 24/07/2012 17:51 WIB

Izin Operasi Angkot Tempat Karyawati Nyaris Diperkosa Terancam Dicabut

Niken Widya Yunita - detikNews
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI (Dishub) DKI geram dengan hampir terjadinya pemerkosaan di angkot C01 Ciledug-Kebayoran di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Operator angkot tersebut terancam dicabut izin lintasnya oleh Dishub DKI dan izin trayek oleh Dishub Tangerang.

"Makanya sudah berkali-kali (angkot) C01, kalau terbukti sopirnya hampir memerkosa, hukumannya bisa dicabut izin lintas oleh Dishub DKI dan izin trayek oleh Dishub Tangerang," ujar Kadishub DKI, Udar Pristono, kepada detikcom, Selasa (24/7/2012).

Menurut Pristono, agar tidak lagi kejadian perkosaan di angkot, perbaikan harus dari hulu yakni operator angkot tersebut. Operator angkot harus mengawasi sopirnya.

Operator angkot, lanjut Pristono juga harus membuat sopir menaati peraturan yakni dengan mengenakan seragam dan menggunakan kartu pengenal. Dengan ditaatinya peraturan tersebut, maka akan mencegah terjadinya sopir tembak.

"Ini nggak akan terjadi seperti di taksi seperti Blue Bird, Express taksi. Mereka punya pool dan mencegah sopir tembak," katanya.

Sebelumnya, seorang karyawati nyaris diperkosa di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Senin (23/7) pukul 23.00 WIB. Karyawati itu menumpang angkot C01 yang berjalan di bukan rute sebenarnya. Pemerkosaan itu bisa digagalkan karena adanya anggota TNI, Serda Nicholas, yang mendengar teriakan karyawati itu dari dalam angkot.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nik/nvt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%