Detik.com News
Detik.com
Selasa, 24/07/2012 16:47 WIB

Dua Kelompok Pemuda di Semarang Bentrok 3 Kali, Seorang Tewas

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Dua Kelompok Pemuda di Semarang Bentrok 3 Kali, Seorang Tewas Sejumlah pemuda yang terlibat dalam bentrokan ditangkap polisi (angling ap/detikcom)
Semarang - Pemuda berusia 23 tahun bernama Eko alias Kodok, tewas dalam bentrokan yang terjadi Senin (23/7/2012) malam kemarin. Selain Eko, bentrokan tersebut membuat dua pemuda lainnya, yaitu Alviando alias Ndok dan Renny harus dirawat di RS.

Kejadian bermula ketika Eko dan teman-temannya bernyanyi di karaoke QUEEN yang berada di lokalisasi Sunan Kuning (SK). Saat sedang asyik bernyanyi tiba-tiba Bayu Dedi Gunawan alias Nekat dan teman-temannya datang di lokasi yang sama. Entah ada konflik apa di antara dua kelompok tersebut, pada pukul 22.00 WIB pecahlah bentrokan.

Dalam bentrokkan antar kelompok itu, seorang wanita bernama Renny dari kelompok Eko mengalami luka tusuk di bagian pinggang. Penusukan dilakukan oleh Bayu Dedi Gunawan alias Nekat.

"Renny dikeroyok Nekat dan kawan-kawannya lalu di tusuk dan dilarikan ke RS," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan di Mapolrestabes Semarang, Jalan Dr Sutomo, Selasa (24/7/2012).

Bentrokan kembali terjadi di pintu masuk lokalisasi SK. Dalam bentrokan tersebut, anggota kelompok Eko yaitu Alviando alias Ndok mengalami luka bacok di tangan kanan dan luka tusuk di pinggang. Ndok pun dibawa ke RS Kariadi.

Melihat kedua temannya terluka, Eko menghubungi Nekat dan mengajaknya bertemu di Banjir Kanal Barat. Sesuai perjanjian mereka bertemu dan bentrokan ketiga pun terjadi. Dalam bentrokan itu Eko dikeroyok oleh tiga orang pelaku yang membawa senjata tajam. Eko mengalami luka tusuk dan bacokan di tubuhnya sehingga mengakibatkan pemuda warga Jalan Siliwangi tersebut tewas.

Menurut pengakuan tersangka bernama Nekat, ia melakukan aksinya karena pengaruh minuman keras dan tidak mengetahui siapa yang dia tusuk. "Masih mabuk waktu itu. Saya tidak tahu siapa yang saya tusuk," akunya.

Kurang dari 6 jam setelah aksi pembunuhan, polisi berhasil membekuk tiga tersangka yaitu Bayu Dedi Gunawan alias Nekat, warga Jalan Jonggring Saloko, Damar Pamungkas alias Keling, warga Jalan Jodipati Barat, dan Agus Nuryanto alias Gembus, warga jalan Pringgondani Dalam, Semarang.

"Jadi diketahui tersangka minum-minum sebelum bentrokan terjadi," imbuh Elan Subilan.

Kapolres juga menambahkan ketiga pelaku terancam pasal 336, pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%