detikcom
Selasa, 24/07/2012 08:57 WIB

Hatta Rajasa: Tak Usah Diperlebar Seolah Ada Apa-apa

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Seberapa penting Jembatan Selat Sunda bagiekonomi nasional?

Kita semua sepakat dan menyadari akan pentingnya kawasan strategis Jembatan Selat Sunda. Kita memikirkan ekonomi kita 10-20 tahun ke depan. Saat ini, begitu ada gangguan sedikit saja, truk-truk bisa mengantre hingga sepuluh kilometer.

Keberadaan Jembatan Selat Sunda ini sangat strategis, tidak hanya bagi dua pulau ini saja, tapi dalam artian ekonomi seluruh Indonesia. Oleh sebab itu maka kita bertekad untuk tetap konsisten agar bisa semaksimal mungkin ground breaking tetap dilakukan pada 2014.

Terkait masukan Menkeu?

Kita selalu mencermati semua masukan. Tidak hanya Menteri Keuangan, tapi seluruh masukan. Karena memang diatur dalam Perpres 86 pasal 7, Dewan Pengarahlah yang menetapkan kebijakan, arah dan struktur pengembangan kawasan strategis. Termasuk juga hal-hal yang berkaitan dengan memfasilitasi dan mengoordinasikan pengendalian proyek serta memberikan petunjuk kegiatan.

Jadi Perpres 86/2011 tidak akan direvisi?

Apanya yang harus direvisi? Perpres 86 itu isinya memberi mandat kepada Dewan Pengarah untuk merumuskan. Jadi semua masukan itu ditampung di Dewan Pengarah. Nanti Dewan Pengarah yang menentukan itu.

***

Wawancara lengkap Ribut Jembatan Impian bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 34, 23 Juli 2012). Edisi ini mengupas tuntas Jembatan Selat Sunda dengan tema ‘Ribut Jembatan Impian’ juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional membahas ‘David vs Goliath di Merdeka Barat Internasional ‘Hillary Datang, Disambut Kemarahan’, rubrik gaya hidup ‘Tipuan Cinta Pria Bule’, berita komik ‘Petaka Festival Layang-layang’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Ice Age: Continental Drift’, WKWKWK ‘Aksi Sok Jago Debt Collector’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iy/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%