Selasa, 24/07/2012 08:37 WIB

Siapa Saja Politisi yang Pernah Pindah Parpol?

Ferdinan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ruang Paripurna DPR
Jakarta - Politisi 'kutu loncat'. Istilah ini menggambarkan tingkah polah para politikus yang kerap berpindah partai. Alasan kepindahannya bisa jadi beragam, mulai dari ketidakcocokan ideologis partai, cekcok di internal termasuk faktor uang.

Lalu siapa saja politikus di Indonesia yang pernah tercatat pindah partai politik? Tercatat banyak politisi 'kutu loncat' terjadi jelang pemilu 2009 dan sesudahnya.

Berikut ini beberapa politikus yang pindah parpol berdasarkan catatan detikcom:

1. Ahmad Rofiq, Sekjen Partai NasDem ini sebelumnya adalah Sekjen Partai Matahari Bangsa (PMB). Ia lebih dulu bergabung dengan ormas Nasional Demokrat sebelum akhirnya dibentuk partai NasDem yang dibina Surya Paloh.

2. Jeffrie Geovani. Politikus yang menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Golkar ini juga ikut bergabung dengan Partai NasDem yang memiliki visi restorasi Indonesia.

3. Basuki Tjahaja Purnama. Sejak dipinang Prabowo Subianto untuk menjadi calon Wagub DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo, Basuki memilih hengkang dari Partai Golkar. Kini namanya tercatat sebagai anggota Partai Gerindra.

4. Yuddy Chrisnandi. Mantan calon Ketum Golkar ini memilih Partai Hanura untuk melanjutkan kerja politiknya. Yuddy langsung menjadi Ketua DPP Hanura saat dikenalkan oleh Ketum Hanura Wiranto pada Februari 2010.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/vta)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%